Nenek Saulina Tak Menyangka Didatangi Sihar Sitorus

TOBASA, KabarMedan.com | Awan terlihat berwarna pekat, saat air Danau Toba bergelombang menyapa bibir pantai di Ajibata, Toba Samosir. Sihar Sitorus memulai langkah bersama istrinya dengan menaiki sebuah boat yang disewa.

Perjalanan Sihar sore itu untuk menemui warga di Dusun Panamean, Desa Sampura, Kecamatan Ukuran, Toba Samosir (Tobasa). Kunjungan Sihar ke dusun tersebut bukan hanya sekadar menyapa warga, tapi ada seseorang yang spesial yang harus ditemuinya.

“Yang pasti yang saya temui bukan politisi. Bukan juga seorang tokoh masyarakat. Tetapi harus ke sana,” kata Sihar, saat di atas boat.

Sesampainya di Dusun Sampura, Sihar melangkah ke pemukiman warga. Menemui sejumlah masyarakat yang ada di sana. Sihar pun duduk bersama, serta mendengar keluh kesah mereka. Termasuk persoalan internal warga yang berujung kasus hukum.

Baca Juga:  Sehari Empat Kecelakaan Terjadi di Sergai, Tiga Luka dan Dua Patah Kaki

Setelah mendengarkan latar belakang dari persoalan tersebut, Sihar pun menemui seorang nenek bernama Saulina Boru Sitorus. Tujuan utama yang membawanya ke tempat ini. Saulina merupakan salah satu penerima dampak atas persoalan yang terjadi di Desa tersebut. Saulina yang sudah berusia 92 tahun tersebut dipidana atas kasus penebangan pohon durian.

Sihar mendengar penuturan Saulina. Menurut Sihar persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat tersebut hanya kesalahan pemahaman. Dia memediasi kedua belah pihak untuk berdamai dan tetap rukun.

Baca Juga:  Polres Sergai Amankan 58 Orang Selama Operasi Antik 2026

“Karena hanya mediasi itu yang dapat kita lakukan sebagai solusi. Mereka harus saling memaafkan dan tidak berkonflik. Serta harus bersama agar dapat mencapai kebaikan,” terang Sihar.

Sihar mengatakan bahwa di Dusun tersebut masih diikat kekerabatan yang harus terus dikuatkan sebagai tali persaudaraan.

“Ada persoalan penebangan kayu, ada tanah, dan menurut saya persoalan utama itu komunikasi dalam keluarga. Karena semua keluarga. Jadi kita berharap masyarakat tetap rukun,” ujarnya.

Pertemuan antara Sihar Sitorus bersama istrinya dengan Nenek Saulina pun diakhiri dengan pelukan hangat. Pelukan yang diharap bisa membuat Nenek Saulina lebih tegar dan menjalani hidup lebih tenang ke depannya. [KM-01]