MEDAN, KabarMedan.com | Meski pun pantauan hilal di Kota Medan tertutup awan tebal, namun berdasarkan perhitungan dan hasil pengamatan di daerah lain di Indonesia Timur, 1 Syawal 1439 Hijriah ditetapkan mulai Kamis malam (14/6/2018).
Usai melakukan pengamatan atau rukyatul hilal, Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi kemudian menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada umat muslim.
“Tadi di beberapa tempat di daerah lain (Indonesia Timur), sudah kelihatan seperti di Sulawesi. Karena kita di daerah bagian Barat ini agak lama. Sehingga kalau kita sekarang masih pantauan, mereka sudah masuk waktu maghrib,” ujar Erry usai memimpin rukyatul hilal di anjungan lantai 9 Kantor Gubernur Sumut, Jalan P. Diponegoro Medan, Kamis (14/6/2018).
Dikatakan Gubsu, bahwa hitungan 1 Syawal atau tanggal 1 setiap bulannya dalam penanggalan tahun hijriah, dimulai dari setelah terbenamnya matahari. Sehingga setelah sholat maghrib, umat muslim sudah mengumandangkan takbir pertanda masuknya momentum Idul Fitri.
“Karena itu kita lakukan pemantauan hilal sebelum maghrib. Karena setelah itu, kita akan memasuki 1 Syawal,” sebutnya.
Sementara perwakilan BMKG Wilayah 1 Medan, Edison menyampaikan, bahwa meski pun kondisi pantauan tertutup awan tebal, namun dengan aplikasi stellarium posisi antara matahari dan bulan bisa terlihat jelas. Sedangkan, hasil observasi mereka umur bulan sudah berkisar 15,52 jam sejak ijtima’ malam (dini) hari sebelumnya.
“Sehingga tinggi hilal diperkirakan sudah mencapai 7 derajat. Dan sudah memenuhi syarat, dimana taqwin standar MABIMS (Kementerian Agama di Negara Asean) yang baru, tinggi hilal itu 3 derajat,” sebutnya.
Dengan hasil pengamatan dan perhitungan yang dilakukan, umat muslim di Indonesia akan melaksanakan sholat ied para Jumat pagi (15/6/2018). [KM-01]














