MEDAN, KabarMedan.com | Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menyikapi soal pencatutan logo mereka pada aksi dukungan kepada Kapolda Sumut beberapa waktu lalu.
Ketua Umum PB HMI Respiratori Saddam Al Jihad, meminta agar kasus pencatutan logo tersebut diusut. Hal ini sesuai dengan sikap Ketum Badan Koordinasi HMI Sumut, yang menyayangkan soal pencatutan tersebut.
“Kita takut jika ini dibiarkan, bisa menjadi framing miring terhadap HMI sebagai organisasi besar,” kata Sadam, Selasa (12/3/2019).
Ia mengatakan, jika terbukti logo itu dicatut oleh sekelompok orang yang mempunya kepentingan, maka bisa berpotensi dibawa ke ranah hukum..
“Silahkan diperkarakan.Ini menyangkut nama baik organisasi, karena HMI bersifat independen,” ujarnya.
Sadam menjelaskan, sanksi jika ada kader yang terlibat, ia mengembalikannya kepada mekanisme organisasi.
“Saya ingat betul saat bendera HMI juga dicatut saat aksi 412. Kader yang terlibat langsung diberikan sanksi. Kita kan punya mekanisme organisasi. Ini harus diusut,” pungkasnya.
Diberitakan, ratusan massa menggelar aksi #KAMIBERSAMAKAPOLDASUMUT di seputaran Lapangan Merdeka pada Jumat (8/3). Aksi juga dilakukan dengan massa ormas Islam menuntut netralitas ASN dan Polri di depan Kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan.
Aksi dukungan kepada Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto diwarnai orasi dari berbagai elemen. Di sela unjuk rasa, massa membagikan bunga kepada pengguna jalan. Massa juga didominasi kaum ibu-ibu. [KM-03]














