Petambak Garam Madura Tuntut Jokowi Minta Maaf

Demo petambak garam Madura. (Suara.com)

MADURA, KabarMedan.com | Sekelompok petambak garam di Sumenep, Madura menggelar unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Sumenep.

Unjuk rasa dilakukan karena mereka tidak terima dengan omongan Presiden Joko Widodo yang menyebut kualitas garam Madura kalah dengan kualitas garam di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Petambak garam Madura menilai kualitas garam Madura sudah baik.

“Kami tidak terima dengan apa yang disampaikan Pak Presiden, yang menyatakan garam Madura jelek. Kedatangan kami ke kantor dewan ini untuk menyampaikan aspirasi kami,” kata Korlap aksi, Dedi Ahmadi seperti diberitakan Suara.com-jaringan KabarMedan.com.

Baca Juga:  Sehari Empat Kecelakaan Terjadi di Sergai, Tiga Luka dan Dua Patah Kaki

Mereka meminta wakil rakyat Sumenep menuntut pemerintah pusat minta maaf ke seluruh masyarakat petambak garam Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep.

“Kami juga minta Pak Presiden turun ke lapangan mengecek langsung untuk memastikan kualitas garam Madura,” jelasnya.

Pihaknya juga meminta PT. Garam yang berkantor pusat di Kalianget, Sumenep, untuk ikut serta memberikan klarifikasi tentang kualitas garam Madura.

Ketua DPRD Sumenep, Abdul Hamid Ali Munir menerima aspirasi yang disampaikan massa aksi dan akan menindaklanjutinya.

Baca Juga:  SW Polisikan Mantan Pacar Diduga Sebarkan Video Syur Tanpa Izin

“Cuma persoalannya sekarang kami belum definitif sebagai pimpinan DPRD Sumenep,” jelasnya.

Terkait pernyataan Presiden yang oleh massa aksi dinilai merendahkan kualitas garam Madura, menurutnya kemungkinan hanya terjadi kesalahpahaman.

Namun, dia mengaku akan berkomunikasi dengan pemerintah di atasnya agar mengecek langsung kualitas garam Madura ke lapangan.Sebab, kualitas garam Madura, khususnya Sumenep, sangat bagus. Bahkan bisa disebut kualitas ekspor.

“Apalagi sejarah telah membuktikan, sejak Indonesia belum berdiri, Sumenep sudah produksi garam,” pungkasnya. [KM-03]