MEDAN, KabarMedan.com | Polisi membongkar kasus eksploitasi anak yang diduga dijadikan pengemis di Medan. Dalam kasus ini petugas mengamankan 20 orang dan sopir angkot yang membawa anak tersebut.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan, awalnya petugas Polsek Helvetia mendapat informasi adanya angkutan umum (angkot) yang membawa anak dibawah umur dari Jalan Pancing, Medan Tembung untuk diantarkan ke persimpangan Sei Kambing, Medan.
Dari informasi itu petugas melakukan penyelidikan dan menemukan anak-anak tersebut. “Anak-anak tersebut dijadikan pengemis dan pengamen,” ujarnya didampingi Kapolsek Helvetia, AKP Sah Udur Sitinjak.
Saat ini 20 anak yang diamankan telah dipulangkan. Sementara orang tua dari anak tersebut masih dalam pemeriksaan.
“Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, karena masih dalam pemeriksaan,” jelasnya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Medan Endar Sutan Lubis, mengaku akan mengecek seluruh data anak-anak korban eksploitasi tersebut.
Salah seorang ibu berinisial JS (35) mengaku, faktor ekonomi membuat ia membiarkan ketiga anaknya menjadi pengemis di persimpangan jalan.
“Sudah tiga bulan ini (meminta-minta). Apa yang dikasih anak saya terima,” katanya.
Ia mengaku, biasanya ketiga anaknya mengemis setiap pulang sekolah di siang hari.
“Hingga larut malam pulangnya. Saya tahu anak saya menjadi pengemis. Mau bagaimana lagi pak kami kekurangan ekonomi,” akunya.
JS mengaku uang yang didapat anaknya dari mengemis digunakan untuk biaya sekolah ketiga anaknya.
“Anak saya membantu untuk uang sekolah (SMP), uang bukunya. Saya akui ini salah,” pungkasnya. [KM-03]














