SERGAI, KabarMedan.com | Kabut asap disebabkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, kini merambah ke Kabupaten Sergai.
Kabut asap tebal itu, melanda perairan Sergai yang mengakibatkan Nelayan tak bisa melaut karena terhalang jarak pandang.
Para nelayan di Kampung Taiwan Dusun II Sialang Buah Kecamatan Teluk Mengkudu mengatakan kabut asap itu menggangu nelayan untuk mencari nafkah di laut.
Situasi ini sangat mengganggu karena pada umumnya nelayan tradisional tidak memiliki alat Kompas atau Global Positioning System (GPS) yang berfungsi menentukan arah.
“Kami kesulitan melaut karena jarak pandang terhalang kabut, dan tidak bisa menentukan arah karena tidak ada kompas dan GPS”, kata Soeb Rizal Nelayan Sialang Buah, Sabtu (21/09/2019).
Ia mengungkapkan para nelayan tradisional semua tidak bisa turun melaut karena kabut asap yang begitu tebal.
Selain menghalangi jarak pandang, kabut asap juga membuat beberapa nelayan mengalami sesak di dada karena terhirup kabut asap itu seperti dialami Samsudin.
Samsudin Nelayan dari Desa itu mengalami sesak terhirup kabut asap pada saat melaut Kamis 19 September lalu. Meski belum terdampak gejala apa-apa namun mereka ragu untuk turun ke laut karena kabut asap yang masih begitu tebal dapat membahayakan para Nelayan.
Mereka pun berharap Pemerintah segera mengambil tindakan agar para Nelayan terkena imbas kabut itu dapat mencari nafkah seperti biasa.
Di samping itu mereka juga bermohon agar Pemda dan Dinas terkait dapat memberikan perhatian kepada nelayan tradisional untuk memberikan bantuan seperti GPS dan Masker agar para nelayan dapat beraktivitas kembali.[KM-04]














