UIN Sumut Bantah Mahasiswanya Meninggal Dalam Unjuk Rasa di DPRD Sumut

MEDAN, KabarMedan.com | Foto kabar meninggalnya seorang mahasiswa UIN Sumatera Utara dalam aksi unjuk rasa berujung ricuh, di depan kantor DPRD Sumut pada Selasa 24 September 2019 beredar di Media Sosial.

Informasi yang beredar bahwa korban meninggal bernama Ali Mustawa disebutkan menghembuskan nafas terakhir usai ditangkap aparat.

Meski ia masuk daftar dalam puluhan mahasiswa yang ditangkap, namun kabar yang beredar tidaklah benar alias hoaks.

Baca Juga:  Polres Sergai Amankan 58 Orang Selama Operasi Antik 2026

“Alhamdulillah Ali dalam keadaan baik, dan tidak meninggal dunia,” kata Kasubbag Humas dan Informasi UINSU, Yuni Salma, Rabu (25/9/2019).

Selain dihebohkan tentang kabar meninggalnya Ali, banyak teman-temannya yang prihatin mengapa Ali sampai ditangkap. Pasalnya, ia dikenal sebagai mahasiswa baik.

Foto saat Ali diamankan beredar di media sosial. Ali terdaftar sebagai mahasiswa semester III Fakultas Usluhudin UINSU.

Baca Juga:  Lansia Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah Kontrakan

“Berdasarkan informasi gurunya Ali Mustawa memang seorang hafiz 30 juz, tamat dari Islamic Center Medan tahun 2018,” jelasnya.

Ia mengaku, pihaknya masih mencari info terkait mahasiswa UINSU yang diamankan.

“Kami terus mendalami kondisi anak-anak terkait unjuk rasa. Ada beberapa yang masih diperiksa. Nanti akan kita informasikan kembali,” pungkasnya. [KM-03]