Aktivis HAM Golfrid Siregar Tewas, Polisi Periksa Saksi

MEDAN, KabarMedan.com | Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya aktivis HAM dan Advokat lingkungan hidup di Walhi Sumut, Golfrid Siregar. Saat ini, polisi telah memintai keterangan dari Satpam dan istri korban.

“Saat ini yang sudah kita mintai keterangan adalah satpam dan istri korban,” kata Kasat Reskrim Kompol Eko Hartanto, Selasa (8/10/2019).

Ia mengatakan, petugas masih terus bekerja untuk mencari saksi-saksi lain, guna menungkap kasus ini.

“Hari ini ada bertambah saksi yang akan kita periksa. Mohon doanya,” jelasnya.

Diberitakan, jenazah Golfrid tiba di Rumah Sakit Bhayangkara, Medan, setelah sebelumnya sempat dibawa ke rumah keluarganya di Kecamatan Tiga Dolok, Kabupaten Simalungun, Senin (7/10/2019).

Baca Juga:  Polres Sergai Amankan 58 Orang Selama Operasi Antik 2026

Pihak keluarga setuju jasad Golfrid untuk dilakukan autopsi. Pihak keluarga berharap, penyebab meninggalnya Golfried dapat diungkap dan diusut sampai tuntas.

Golfrid Siregar menghembuskan nafas terakhir pada Minggu 6 Oktober 2019 sekitar pukul 15.20 WIB di RSUP Haji Adam Malik. Korban dirawat sejak Kamis 3 Oktober 2019.

Korban menghilang sejak Rabu 2 Oktober 2019 sekitar pukul 17.00 WIB untuk pergi ke JNE dan bertemu orang di Mariendal. Sejak saat itu, korban tidak bisa dikontak oleh istri korban.

Baca Juga:  Positif Gunakan Narkotika, 27 Orang Pengunjung Hiburan Malam di Sergai Diamankan

Ia ditemukan tidak sadarkan diri di fly over Simpang Pos Jalan Jamin Ginting Padang Bulan, pada Kamis, 3 Oktober 2019 pukul 01.00 dini hari. Korban ditemukan oleh tukang becak yang kebetulan melintas disana.

Oleh tukang becak tersebut kemudian korban dibawa ke RS Mitra Sejati lalu diarahkan untuk di tangani ke RSUP Haji Adam Malik.  Golfrid Siregar mengalami luka serius di bagian kepala yang menyebabkan tempurung kepalanya hancur. [KM-03]