MEDAN, KabarMedan.com | Polisi masih menungggu hasil autopsi terhadap jenazah Golfrid Siregar. Polisi juga menyebut bahwa hasil autopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan pada Senin malam (7/10/2019) akan keluar hari ini, Selasa (8/10/2019).
Sebelumnya, jenazahnya sempah dibawa ke rumah keluarganya di Kecamatan Tiga Dolok, Kabupaten Simalungun. “Belum keluar bang hasilnya. Mohon waktu ya bang,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto saat dihubungi wartawan, Selasa (8/10/2019).
Jenazah Gorlfid tiba di rumah sakit yang berada di Jalan Wahid Hasyim itu sekitar pukul 18.53 wib. Suasana sedih mengiringi kedatangannya. Istri mendiang Golfrid, Resmi Barimbing hanya sedikit berbicara. Dia berharap agar kejanggalan atas kematian suaminya dapat diungkap.
Eko mengatakan, autopsi ini sangat penting untuk dilakukan agar dapat mengetahui sebab-sebab kematian korban. Ketika ditanya kapan hasil autopsi akan keluar, menurutnya hari ini. “Insyaallah hari ini bang,” katanya.
Ketika ditanya bagaimana perkembangan atas penelusuran terhadap orang-orang yang mengantar korban ke Rumah Sakit Mitra Sejati, pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Masih dilidik yang ngantar korban,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Golfrid Siregar merupakan kuasa hukum Wahana Lingkungan Hidup Sumatera Utara yang sempat dikabarkan menghilang pada Selasa (2/10/2019) pada sore hari.
Kemudian pada Rabu (3/10/2019) sekitar pukul 01.00 wib, korban diantarkan oleh beberapa orang ke Rumah Sakit Mitra Sejati di Jalan Jendral Besar AH Nasution, Kecamatan Medan Johor.
Kondisinya yang terluka parah di bagian kepala kemudian dibawa ke Rumah Sakit Adam Malik di Jalan Bunga Lau, Kecamatan Medan Tuntungan. Jarak antara kedua rumah sakit sekitar 9 – 10 km.
Setelah dirawat selama 3 hari dan sempat dioperasi, korban menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (6/10/2019) sekitar pukul 15.30 wib. Kasatreskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto mengatakan, polisi sudah bergerak mengecek siapa tukang becak yang mengetahui pertama kali dan mengantar ke Rumah Sakit Mitra Sejati.
“Dan kami sudah cek CCTV di RS itu. Memang pada waktu isi ada 4 orang. Dua orang yang menggotong di dalam becaknya, satu pengemudi becak dan satu yang bersama korban dan setelah itu ada yang mengantar sepeda motor korban. Ada juga Grab terlihat di situ. (Grab) motor,” katanya, Senin (7/10/2019).
Selain itu, pihaknya juga mengecek tkp awal, apakah di fly over Amplas atau fly over Jamin Ginting namun belum identik dengan sepeda motor yang dikendarai korban. Sepeda motor korban adalah jenis CBR 150 warna merah.
“Sepeda motornya kan yang CBR warna merah. Kami juga cari CCTV di sekitar situ,” katanya. [KM-05]














