Dua Terduga Teroris di Deli Serdang Menyerahkan Diri

MEDAN, KabarMedan.com | Tim gabungan dari Polda Sumut, Polrestabes Medan, Polres Pelabuhan Belawan, dan dibantu tim Densus 88 Mabes Polri melakukan penelusuran dan pengejaran terhadap jaringan Rabbial Muslim Nasution.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, mengatakan hingga saat ini sudah ada 23 orang yang diamankan dan keseluruhannya ditahan di rumah tahanan Polda Sumut.

“Sampai saat ini sudah 23 tersangka yang ditangkap. Kemarin 18, sekarang tambah 5,” katanya, Senin (18/11/2019).

Dijelaskannya, dari lima orang tambahan itu, tiga orang ditangkap di Medan dan dua orang menyerahkan diri ke Polsek Hamparan Perak, pada Minggu (17/11). Agus enggan menyebutkan inisial mereka karena nantinya akan diekspos oleh Mabes Polri.

“Mungkin tempatnya bisa di sini atau di Jakarta,” ujarnya.

Baca Juga:  Positif Gunakan Narkotika, 27 Orang Pengunjung Hiburan Malam di Sergai Diamankan

Agus menambahkan, dari lima tersangka itu, saat penggeledahan di tempat tinggal mereka pihaknya menyita senjata rakitan, panah beracun, senjata tajam (sangkur) dan juga senapan angin.

Dikatakannya, dari hasil pengembangan, siapa pun yang masih di dalam jaringan kelompok ini, pihaknya masih akan melakukan upaya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Ancaman radikalisasi ini semakin besar. Apalagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini sangat luar biasa. Sehingga tidak mesti melalui imam-imam di Indonesia, tapi langsung belajar melalui media sosial pun bisa dilakukan,” bebernya.

Hal ini bisa menjadi PR bersama. Menurutnya, apakah ini menjadi ancaman atau membahayakan keluarga dan lingkungan sekitar.
Sehingga jika ada kelompok yang eksklusif dan tidak mau berinteraksi dengan masyarakat, anti kepada pemerintah, sering menyebarkan berita-berita yang belum jelas, dia mengajak masyarakat melaporkannya ke aparat setempat.

Baca Juga:  Sehari Empat Kecelakaan Terjadi di Sergai, Tiga Luka dan Dua Patah Kaki

“Tolong sampaikan ke aparat TNI-Polri, Babinsa, Babin Kamtimbas, sehingga bisa diantisipasi mereka kita awasi pergerakannya,” katanya.

Ditambahkannya, Sumut adalah milik dan tempat tinggal bersama sehingga harus dijaga.

“Malu lah. Saya bukan orang sini, kebetulan istri saya orang sini, saya mau menjaga. Masak yang lahir di sini, besar di sini cari makan dan mati pun di sini, tak mau jaga. Kalau mau jadi pahlawan, berjuanglah di tempat yang tidak menimbulkan korban yang tidak bersalah,” pungkasnya. [KM-05]