MEDAN, KabarMedan.com | Polisi masih melakukan penjagaan di Lingkungan 20, Kampung Sentosa Barat, Sicanang, Belawan. Di lokasi inilah dua orang yang memiliki kaitan dengan kasus bom bunuh diri di Polrestabes Medan diamankan dari rumah kepala lingkungan.
“Sementara ini tidak ada yang diamankan, masih yang kemarin saja,” ujar Kepala Lingkungan 20, Jihadun, Rabu (20/11/2019).
Polisi yang berada di lokasi hanya berjaga dan memantau. Tidak barang-barang yang dibawa. Saat ini, pihak kepolisian masih terus memantau kondisi di Sicanang. Beberapa di antara dari mereka berkeliling memonitor.
Terkait Andre (24), katanya, hingga saat ini belum diketahui di mana keberadaannya. “Soal Andre belum ada kabar dan perkembangan terbaru apakah sudah diamankan atau belum,” tuturnya.
Diketahui, Andre merupakan anak dari Rudi Suharto (52) yang melarikan diri sebelum kedatangan polisi. Sementara, Aris (28) dan Fadli (23) saudara kandung Andre, sudah diserahkan Rudi kepada kepling untuk dibawa polisi.
Jihadun mengatakan, pada Selasa (19/11) telah dimakankan jenazah Khairuddin alias Bakpau Bin Samsudin, salah seorang tersangka dalam jaringan pelaku bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan.
Khairuddin tewas dalam penyergapan di pinggir jalan di Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang pada Sabtu (16/11). Jenazah Khairuddin dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Selasa (19/11).
“Kemarin itu yang dikebumikan namanya Khairuddin. Posisi rumahnya berada di depan,” sambungnya.
Hingga kini, sudah 30 orang yang diamankan, tiga di antaranya meninggal dunia. Dari 27 yang kini dalam pemeriksaan, 3 di antaranya perempuan dan 24 orang laki-laki. Jumlah orang yang ditangkap terakhir kali sebanyak 4 orang laki-laki . Tiga ditangkap dan satu menyerahkan diri.
Peran mereka macam-macam ada yang tergabung dalam jaringan, bendahara, bisa merakit serta merekkrut. Di Sicanang Belawan ini, beberapa waktu lalu polisi menggeledah tiga rumah yang diduga terkait dengan bom bunuh diri pada Rabu pagi itu.
Tiga rumah tersebut dihuni Syamsudin, R. Suharto dan Anto. Rumah Anto berada di belakang rumah Syamsudin. Rumah yang paling sering digunakan kumpul-kumpul adalah rumah Syamsudin. [KM-05]














