MEDAN, KabarMedan.com | Belasan mobil dan puluhan personel polisi tiba di sebuah rumah dua tingkat di Jalan Aswad, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, pada Selasa (7/1/2020).
Salah seorang warga sekitar, Man mengatakan kepada wartawan, saat itu dia sedang berada di lokasi.
Menurutnya, baru satu jam kemudian mereka masuk ke dalam sebuah rumah berpagar besi putih, kediaman Jamaluddin, hakim Pengadilan Negeri Medan yang ditemukan tewas di mobilnya di kebun sawit di Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, pada Jum’at (29/11).
Man mengatakan, satu jam kemudian, seorang anggota keluarga Jamaluddin datang dan membuka pagarnya. Tak lama kemudian, satu mobil Toyota Avanza warna hitam masuk ke dalam rumah.
“Tak tahu lah kami ngapain. Hanya saja, memang ramai kali lah. Macet. Polisi lah semua tadi kayaknya,” katanya.
Dikatakannya, setelah beberapa saat kemudian, dia melihat ada dua pria berkaos hijau gelap dan kemeja biru keluar dari mobil berlainan. Kedua tangannya diikat dengan lakban. Dia mengaku tidak tahu siapa mereka.
“Dilakban tangannya. Dari dalam mobil lalu dibawa ke dalam rumah. Tapi sempat juga salah seorangnya dibawa jalan sampai ke sini, dekat pos satpam ini,” katanya.
Dijelaskannya, saat itu situasi menegangkan. Sejumlah polisi melarang untuk mengambil gambar, baik foto maupun video. Namun menurutnya, ada saja yang masih melakukannya.
“Tak banyak lah. Saya hanya lihat-lihat. Ada video, itu punya orang yang ambil tadi,” ujarnya.
Menurut Man, keberadaan mereka di rumah tersebut sampai pukul 11.30 WIB. Dia tak melihat ada sesuatu barang yang dibawa dari dalam rumah tersebut. Namun menurutnya, ada satu kendaraan motor Honda Vario yang diturunkan dari sebuah mobil yang kemudian diparkirkan di depan pagar.
“Habis itu dibawa lagi lah keretanya (sepeda motor-red),” katanya.
Hal serupa diungkapkan Ana yang bertugas membersihkan rumah di sebelah rumah Jamaluddin. Saat itu dia sedang melintas dan akan ke rumah yang dijaganya itu.
“Sekitar jam 8 lah tadi. Banyak kali orangnya di sini tadi,” katanya sembari menyapu.
Awak media mencoba mewawancarai beberapa orang pria dan perempuan yang saat itu berada di rumah Jamaluddin. Namun, tidak satupun yang bersedia diwawancarai. [KM-05]














