Status Tanggap Darurat Pasca Banjir di Tapteng Berlangsung 7 Hari ke Depan

MEDAN, KabarMedan.com | Banjir yang melanda Kecamatan Barus dan Andam Dewi membuat pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari ke depan.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah, Agus Haryanto mengatakan, status tanggap darurat ini dimulai pada Rabu (29/1/2020).

“Status tanggap darurat terhitung mulai hari ini hingga 5 Februari 2020 mendatang,” katanya, Rabu (29/1/2020).

Pasca penetapan status tanggap darurat ini, katanya, pihak Pemkab Tapteng telah melakukan sinergi dengan TNI/Polri untuk melakukan penanganan dan proses evakuasi terhadap korban.

“Bupati juga sudah memerintah seluruh OPD untuk pro aktif dalam membantu proses penanganan pasca banjir bandang,” jelasnya.

Baca Juga:  Polres Sergai Amankan 58 Orang Selama Operasi Antik 2026

Saat ini Dinas Sosial Tapteng juga sudah mendirikan posko pengungsian dan dapur umum di Kecamatan Barus dan Andam Dewi.

“BPBD Provinsi juga saat ini akan ikut turun kesini untuk membawa bantuan,” ungkapnya.

Polres Tapteng bersama TNI, Pemerintah Kabupaten Tapteng dan SAR Kota Sibolga sudah memberikan bantuan pencarian korban dan pembuatan dapur umum untuk membantu korban yang tertimpa musibah banjir.

Diketahui, hujan mengguyur wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng) menyebabkan sejumlah daerah digenangi banjir. Dalam peristiwa itu tiga orang ditemukan meninggal dunia.

Baca Juga:  Resmi Dilantik, Pengurus GP Ansor Sergai 2025-2029 Berkomitmen Atasi Masalah Sosial dan Narkoba

Satu korban meninggal dunia di Kecamatan Andam Dewi berasal dari Desa Sijungkang. Korban teridentifikasi bernama Bismar Marpaung (50) yang merupakan ASN Pemkab Tapteng. Korban ditemukan tertimbun lumpur dan telah dievakuasi.

Untuk di Kecamatan Barus, katanya, dua warga yakni Aswir Tanjung dan istrinya ditemukan meninggal dunia setelah mobil mereka terseret arus deras. Dari informasi yang didapat, pasangan ini merupakan orangtua dari anggota DPRD Tapteng, Adhitia Melfan Tanjung.

Mobil korban terseret arus sekitar pukul 22.00 WIB. Warga kemudian melakukan pencarian dan telah menemukan dan mengevakuasi korban. Setelah keduanya tidak ada di mobilnya. [KM-05]