Kurir Narkoba Ditangkap Polisi, 2 Kg Sabu Disita

MEDAN, KabarMedan.com | Petugas Satres Narkoba Polrestabes Medan mengungkap peredaran narkoba. Seorang pria berinisial FF (32) ditangkap bersama barang bukti 2 Kg sabu.

Wakasat Narkoba Polrestabes Medan AKP Dolly Nainggolan mengatakan, penangkapan berawal dari informasi adanya seorang pria yang membawa narkoba jenis sabu. Dari informasi itu petugas melakukan penyelidikan dan menangkap FF.

“FF ditangkap saat melintas di Jalan Brigjen Katamso, simpang Jalan Juanda Medan. Dari FF ditemukan barang bukti 2 Kg sabu,” katanya, Kamis (30/1/2020).

Saat diinterogasi, FF mengaku mendapat sabu tersebut akan dibawa ke Banda Aceh. Petugas pun masih melakukan pengembangan apakah FF merupakan jaringan narkoba Malaysia, Medan dan Aceh. Selain sabu, petugas juga menyita 1unit sepeda motor Honda Beat BK 5194 AEV dan 2 unit HP.

Baca Juga:  Positif Gunakan Narkotika, 27 Orang Pengunjung Hiburan Malam di Sergai Diamankan

“Yang bersangkutan dipersangkakan dengan Pasal 114 ayat (2) Subs ayat (2) UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika,” ujarnya.

Sementara itu, FF (32) tak menyangka barang yang dijemputnya adalah sabu-sabu. Ia diminta oleh teman sekampungnya untuk menjemput barang tersebut. Teman FF mengaku barang itu adalah sepatu dan baju.

“Tak tahu saya kalau itu sabu-sabu. Katanya baju dan sepatu. Saya tak tahu itu apa sebelumnya,” cetusnya.

FF mengaku dijanjikan uang Rp2 juta untuk menjemput dan memberikan langsung kepadanya di Banda Aceh.

Baca Juga:  Resmi Dilantik, Pengurus GP Ansor Sergai 2025-2029 Berkomitmen Atasi Masalah Sosial dan Narkoba

“Sama kawan dari kampung disuruh jemput barang dari orang yang saya tak kenal. Setelah diambil baru dikasih Rp 2 juta,” akunya.

Ayah satu anak ini mengaku berencana menggunakan uang Rp 2 juta itu untuk tambahan modalnya berjualan es kelapa yang sudah dijalaninya selama 8 bulan.

“Aku jualan kelapa di Klambir Lima. Uang itu rencananya untuk modal jualan es kelapa,” ungkapnya.

Ia mengaku, awalnya sama sekali tidak tahu bahwa yang dibawanya merupakan sabu-sabu.

“Ya (mau) bawa itu karena teman satu kampung. Saya mau (jemput) agar ada tambahan modal jualan es kelapa,” pungkasnya. [KM-05]