Dipicu Kesalahpahaman, Oknum TNI dan Polisi di Taput Terlibat Bentrok 

MEDAN, KabarMedan.com | Pihak Kodam I/BB dan Polda Sumut menyatakan, kericuhan yang terjadi di Tapanuli Utara (Taput) dan membuat sejumlah polisi terluka serta Kantor Polsek Pahae Jahe dirusak dipicu akibat kesalahpahaman.

Pangdam I/BB Mayjen Sabrar Fadhilah mengatakan, peristiwa berawal saat prajurit Kompi A hadir di Batalyon 123 karena ada acara pelepasan anggota yang akan berdinas keluar dari batalyon.

Setelah selesai, katanya, sekitar pukul 14.30 WIB, prajurit melewati Jalan Lintas Sumatera titik Tarutung-Sipirok, Silangkitang, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara. Di lokasi itu terjadi kemacetan panjang disebabkan truk fuso terguling dan sedang diatasi Kapolsek dan terjadi antrean panjang.

“Prajurit kita kelihatannya karena terburu-buru, mengambil jalur pintas, dengan melawan arah, itu lah yang menimbulkan kesalahpahaman dan akhirnya berefek pada akibat itu,” katanya, Jumat (28/2).

Ia mengaku, sangat sangat menyesali dengan peristiwa itu dan selaku Pangdam menyampaikan permohonan maaf kepada Polda dan masyarakat.

Baca Juga:  SW Polisikan Mantan Pacar Diduga Sebarkan Video Syur Tanpa Izin

“Atas kejadian itu kita sudah melakukan tindakan untuk pencegahan agar ini tidak menjadi besar. Sampai pagi tadi sudah kondusif,” ujarnya.

Ia juga telah mengirim Asintel, Denpom, Danrem, Danyon setempat dan Dandim untuk mengendalikan situasi bersama dengan jajaran dari Polda.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolda. Kita semua menyesalkan peristiwa ini. Saya yakin ini adalah oknum, bukan institusi,” cetusnya.

Ia mengatakan, secara institusi sudah seharusnya dan wajib menjaga soliditas dan sinergitas. Pihaknya telah melaporkan peristiwa itu kepada pimpinan termasuk Kapolda juga sudah melapor ke pimpinannya. Hari ini yang dilakukan adalah mediasi kepada para pihak supaya tidak berkelanjutan.

Selain itu, melakukan pemeriksaan khususnya kepada anggotanya yang melakukan (terlibat). “Tentu nantinya akan berlanjut pada proses hukum yang tepat,” jelasnya.

Baca Juga:  Polres Sergai Amankan 58 Orang Selama Operasi Antik 2026

Dirinya memerintahkan kepada prajuritnya untuk menemui yang dianiaya dan meminta maaf, serta memerintahkan Dandim untuk segera memperbaiki kerusakan di Polsek Pahae Jae.

Hal senada juga dikatakan Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin. Ia mengaku, persitiwa itu terjadi hanya kesalahapahaman.

“Ini hanya salah paham, kemacetan ini mereka tidak tahu. Dikira ada razia rupanya truk terguling. Sebenarnya ini bahasa yang dipersepsikan berbeda. Saya pastikan itu kesalahpahaman,” akunya.

Ia juga meminta peristiwa itu tidak terjadi lagi kedepannya. “Tidak boleh ada lagi tindakan itu. Tadi malam Pomdam, Asintel dikirim, sedangkan dari Polda saya kirim Kabid Propam,” cetusnya.

Martuani berharap, kedepannya TNI-Polri semakin merajuk solidaritas.

“Mudah-mudahan kedepan kita bisa merajuk solidaritas TNI dan Polri, baju kita ini hanya warna saja yang beda, sesungguhnya kita bertugas untuk NKRI,” pungkasnya. [KM-05]