MEDAN, KabarMedan.com | Putra Marbun (11) warga Dusun Lau Njuhar, Desa Mangan Moli, Kecamatan Tanah Pinem yang hanyut di Sungai Lau Renun, Kabupaten Dairi akhirnya ditemukan.
Korban ditemukan oleh warga yang sedang memancing dalam kondisi meninggal dunia, pada Selasa (3/3) sekitar pukul 10.00 WIB.
“Korban ditemukan sekitar 25 kilometer dari lokasi hanyut, tepatnya di Desa Lau Kapras,” kata Humas Kantor SAR Medan, Sariman S Sitorus, Rabu (4/3).
Tim SAR gabungan yang mendapat laporan langsung menuju lokasi penemuan menggunakan mobil Rescue Carrier dengan jarak tempuh sekitar 2,5 jam.
Selanjutnya, tim SAR mengevakuasi jasad korban menuju pemakaman atas permintaan keluarga.
“Tim SAR yang membawa jasad korban tiba di pemakaman sekitar pukul 16.30 WIB,” ungkapnya.
Diketahui, korban bersama adik sepupu dan ibunya sedang berjiarah ke makam kakeknya di tepi Sungai Lau Renun, di Dusun Lau Njuhar, Desa Mangan Molih, Kabupaten Dairi, pada Jumat (28/2).
Saat itu ibu korban berniat mengambil air dari sungai. Di situ, korban bersama adik sepupu perempuannya ikut ke sungai dan mandi-mandi.
Setelah selesai mengambil air ibu korban naik ke atas, namun korban dan adik sepupunya masih berenang. Diduga karena tidak kuat melawan arus, korban dan adik sepupunya hanyut terbawa arus.
Warga yang mengetahui melakukan pencarian. Sekitar pukul 18.00 WIB adik sepupu perempuan korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 2 kilometer dari lokasi hanyut. [KM-03]














