Anto Sempat Lambaikan Tangan ke Temannya Sebelum Tenggelam di Danau Linting

MEDAN, KabarMedan.com | Seorang pria bernama Anto (45) tenggelam di Danau Linting, di Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hulu, Sumatera Utara pada Rabu (1/1/2020).

Sebelum tenggelam, warga Kecamatan Lubuk Pakam, Deli Serdang sempat melambaikan tangan kepada temannya sambil berjalan mundur di Danau tersebut. Hingga Kamis (2/1/2020) tim SAR masih melakukan pencarian terhadap korban.

Informasi dihimpun, korban diketahui sedang berlibur bersama dengan tiga rekannya di tempat wisata alam air panas tersebut sambil makan durian.

Saat itu, korban berjalan mundur di air danau tersebut. Tak lama kemudian tenggelam di danau yang airnya kebiruan.

“Katanya dia (korban) habis makan durian sama kawannya. Setelah itu, dadah-dadah (melambaikan tangan) ke kawannya, sambil jalan mundur lalu tenggelam. Itu kan ada nampak dalam itu,” kata kakak ipar korban Edison, Kamis (2/1/2020).

Tenggelamnya Anto, kata dia, menggegerkan pengunjung lainnya. Tim SAR yang mendapat informasi turun ke lokasi dan melakukan pencarian.

“Tapi katanya jarak pandangnya pendek kali. Kondisi hujan deras, jadi hanya sekali saja menyelam dan baru dilakukan hari ini,” katanya.

Baca Juga:  Positif Gunakan Narkotika, 27 Orang Pengunjung Hiburan Malam di Sergai Diamankan

Edison menjelaskan, korban bukanlah orang yang pandai berenang. Dirinya pernah melihat korban masuk ke dalam air saat berendam di pemandian Sidebuk-debuk, Kabupaten Karo.

Ia pun heran saat melihat adik iparnya berada di Danau Linting dan berenang.

“Itu kan untuk berrendam. Sebenarnya sama dengan danau ini, danau belerang. Bedanya, di sana dibentuk di kolam-kolam. Ini tidak, terbentuk alam. Tak tahu dalamnya bagaimana,” jelasnya.

Pencarian Terkendala

Sementara itu, tim SAR mengalami kesulitan saat mencari korban. Pasalnya, penyelaman dengan danau berair kebiruan itu tidak bisa dilakukan dengan lama. Penyelam harus berulang kali mentas. Setiap kali penyelaman, membutuhkan waktu 3 hingga 5 menit.

“Tak tahan. Semakin dalam semakin panas. Jadi tidak bisa lama-lama,” jelas salah seorang penyelam bernama Prayitno.

Prayitno mengatakan, dirinya sudah melakukan penyelaman sejak pukul 09.00 wib di kedalaman 8-10 meter. Di kedalaman itu, ia hanya melihat dinding batu danau dan di bawahnya gelap.

Baca Juga:  SW Polisikan Mantan Pacar Diduga Sebarkan Video Syur Tanpa Izin

“Jika yang kita lihat di bawah itu, ya tak ada. Ke bawah gelap. Visibilitasnya rendah. Yang dekat terlihat itu ya dinding batu,” katanya.

Hal senada dikatakan penyelam lainnya bernama M. Rizal Rangkuti. Ia mengaku, penyelaman masih difokuskan pencarian pada dinding danau. Senter, katanya, bisa digunakan namun daya tembusnya pendek. “Gelap dan panas di bawah sana,” katanya.

Komandan Tim Regu Rescuer M. Yunus mengatakan, hingga saat ini sudah dilakukan tiga kali penyelaman namun belum membuahkan hasil dan masih akan dilakukan kembali hingga sore nanti.

Ia mengaku, yang menjadi kendala atau kesulitan dalam penyelaman adalah panas air danau sehingga tidak bisa lama di dalam air. Tim hanya diberi waktu menyelam selama 3-5 menit dan kedalaman 10 meter.

“Masalah di tim kita panas, alat juga demikian,” pungkasnya. [KM-05]