Banjir di Tapanuli Tengah Renggut 6 Korban Jiwa 

MEDAN, KabarMedan.com | Hujan mengguyur wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara Rabu dinihari (29/1) menyebabkan sejumlah daerah digenangi banjir. Terbaru, enam orang meninggal dunia dan 700 Kepala Keluarga yang rumahnya terendam banjir.

“Peristiwa banjir telah merenggut 6 korban jiwa,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Riadil Akhir Lubis, Rabu (29/1).

Ia menjelaskan, banjir menggenangi tujuh desa, yaitu Desa Kampung Mudik dengan ketinggian 2 meter, Desa Pasar Tarendam setinggi 2,5 meter, Desa Bungo Tanjung setinggi 2 meter, Desa Kinali terendam Banjir setinggi 2 meter, Desa Ujung Batu setinggi 2 meter.

Baca Juga:  Resmi Dilantik, Pengurus GP Ansor Sergai 2025-2029 Berkomitmen Atasi Masalah Sosial dan Narkoba

“Kelurahan Batu Gerigis setinggi 2 meter dan Kelurahan Padang Masiang setinggi 2 meter. Terhitung sekitar 700 Kepala Keluarga (KK) rumahnya terendam banjir,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memerintahkan pihaknya untuk memberikan bantuan dan pendampingan terhadap warga Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumut yang terdampak banjir.

“Pak Gubernur memerintahkan kita untuk segera memberikan bantuan dan melakukan pendampingan atas kejadian bencana banjir. Pak Gubernur juga akan langsung meninjau lokasi,” ungkapnya.

Sesuai informasi yang diterima dari masyarakat dan hasil patroli di lapangan, katanya, banjir diakibatkan oleh derasnya hujan yang turun sejak sore hari dan meluapnya Sungai Sirahar Barus.

Baca Juga:  Polres Sergai Amankan 58 Orang Selama Operasi Antik 2026

“Personel BPBD langsung menuju ke Tempat Kejadian Bencana (TKB) dan hingga saat ini terus dilakukan evakuasi dengan mendata kerugian dan dampak yang terjadi,” ujarnya.

Pemprov Sumut melalui Unit Reaksi Cepat (URC) yang terdiri BPBD-UPT Dinas Bina Marga, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial telah melakukan pendampingan di lokasi dengan kegiatan pendirian posko pengungsian, pos kesehatan, penanganan jalan atau tebing yang hancur, pendirian dapur umum dan melakukan evakuasi korban bersama TNI dan Polri serta masyarakat. [KM-03]