Banjir di Tebing Tinggi, Aktifitas Masyarakat Terganggu

MEDAN, KabarMedan.com | Aktivitas sejumlah warga di Tebing Tinggi, Sumatera Utara terganggu, akibat banjir karena meluapnya sungai Bahilang, Senin (16/12/2019).

Salah seorang warga Nanang (59) mengatakan, meluapnya banjir terjadi sejak pukul 01.30 wib setelah sebelumnya hujan deras terjadi sejak sore hari.

Akibat banjir, ia tidak bisa membuka usaha servis jam tangan dan batu akik yang dijalaninya sejak belasan tahun yang lalu.

Baca Juga:  Positif Gunakan Narkotika, 27 Orang Pengunjung Hiburan Malam di Sergai Diamankan

“Saya setiap hari buka di simpang ini. Karena banjir, ya mau gimana lagi, tak bisa buka,” katanya.

Ia mengaku, banjir kali ini masih belum sebesar pada tahun 2001. Saat itu, banjir menggenang sekitar 120 cm. Banyak rumah-rumah yang berada di bantaran sungai hanyut terbawa sungai yang mengalir dari Kota Pematang Siantar itu.

Baca Juga:  Sehari Empat Kecelakaan Terjadi di Sergai, Tiga Luka dan Dua Patah Kaki

“Ini gitu juga, kiriman ini dari Siantar. Tapi untung ini hanya selutut. Dulu sampe dada,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Dani. Penjual di toko grosir sekitar pasar kain ini mengaku, dua tahun yang lalu juga terjadi banjir.

“Kami masih sempat ngangkat barang ke atas. Jadi tak semuanya basah,” pungkasnya. [KM-03]