BMKG Imbau Masyarakat Tidak Khawatir Dampak Equinox

JAKARTA, KabarMedan.com | Beredarnya pesan berantai mengenai fenomena equinox di media sosial sempat membuat resah masyarakat. Pasalnya, dalam broadcast message tersebut tertulis bahwa suhu di Singapura, Malaysia, dan Indonesia dapat berfluktuasi hingga 40 derajat celcius.

Dalam broadcast message juga disebut bahwa fenomena tersebut dapat menyebabkan dehidrasi dan heat stroke. Bahkan, disebutkan juga bahwa heat stroke tak memiliki indikasi, dan setelah pingsan dapat menyebabkan kegagalan organ dalam.

Baca Juga:  Lansia Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah Kontrakan

Ekuinox adalah salah satu fenomena astronomi dimana matahari melintasi garis khatulistiwa. Fenomena tersebut secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yakni pada 21 Maret dan 23 September.

Menanggapi pesan berantai yang meresahkan itu, Kepala Humas BMKG Hary Djatmiko menegaskan, bahwa ekuinox tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis, dimana rata-rata suhu maksimal di wilayah Indonesia bisa mencapai 32-36 derajat celsius.

Baca Juga:  Polres Sergai Amankan 58 Orang Selama Operasi Antik 2026

“Equinox bukan merupakan fenomena seperti heat wave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama,” kata Hary, Kamis (16/3/2017).

Atas hal tersebut, BMKG mengimbau agar masyarakat tidak khawatir terkait dampak Equinox.

“Masyarakat untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari Equinox sebagaimana disebutkan dalam isu yang berkembang,” pungkas Hary. [KM-01]