MEDAN, KabarMedan.com | Paguyuban bilal mayit dan penggali kubur di Kota Medan membantah statement Wali Kota Bobby Nasution yang mengatakan sudah membayar honor pihaknya.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Paguyuban Bilal Mayit Kota Medan, Pusman. Ia mengatakan pernyataan Bobby Nasution tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan.
“Itukan yang dibilang, tapi kenyataan di lapangannya berbeda. Dari kami semua belum ada yang masuk, sudah dicek tapi belum ada juga,” ujar Pusman, Selasa (24/8/2021).
Sebelumnya Bobby Nasution menyampaikan pihak Pemerintah Kota Medan sudah membayarkan upah tersebut pada para bilal mayit dan penggali kubur.
“Sudah kita bayarkan, itu kemarin sedikit terlambat karena terjadi perubahan untuk beberapa hal termasuk usia dan memang selalu terjadi permasalahan di pendataan,” kata Bobby pada Senin (23/8/2021) kemarin.
Pada hari suasana kemerdekaan Republik Indonesia lalu, Ketua Paguyuban Bilal Mayat dan Penggali Kubur Kota Medan, Tusman menyebutkan seluruh pekerja bilal mayit dan penggali kubur sebelumnya sudah didata petugas dari kecamatan dan kelurahan masing-masing, namun honor tersebut tak kunjung diterima.
“Hingga saat ini honor kami belum dibayarkan. Sepertinya kami belum merdeka di tengah pekik kemerdekaan HUT ke 76 RI,” ujarnya, Rabu (18/8/2021).
Honor tersebut telah dinanti Tusman dan teman-teman selama 8 bulan ini. Para bilal mayat dan penggali kubur tersebut kini masih menunggu kepastian dari Pemerintah Kota Medan.
“Biasa di zaman Pak Akhyar, Eldin, kita dibayar 4 bulan sekali, ini kan sudah 8 bulan belum dibayar. Zaman Akhyar itu kita digaji 300 ribu sebulan, jadi 4 bulan 1,2 juta potong pajak,” katanya.
Tusman mengungkap dirinya cukup kecewa lantaran belum menerima gaji selama lebih dari setengah tahun padahal para bilal mayat dan penggali kubur tersebut telah memberikan dukungan pada menantu Jokowi tersebut pada Pilkada 2020 lalu. [KM-06]














