Buruh Sumut: Kenaikan Harga BBM Sangat Menyengsarakan Rakyat

Aksi unjuk rasa buruh di depan Gedung DPRD Sumut.

MEDAN, KabarMedan.com | Unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM digelar ratusan massa buruh dari berbagai elemen di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan.

Ketua Partai Buruh Sumut, Willy Agus Utomo, dari atas mobil komando mengatakan, kenaikan harga BBM sangat menyengsarakan rakyat.

Harapan mereka, aspirasi yang disampaikan kepada DPRD Sumut turut disampaikan ke Pemerintah pusat.

“Kami harap Pemerintah pusat mendengarkan aspirasi kami, karena naik-nya harga BBM menyengsarakan rakyat Indonesia,” kata Willy, Selasa (6/9/2022).

Tak hanya itu, Willy juga meminta Pemprov Sumut menaikkan upah buruh sebesar 15 persen pada 2023.

Baca Juga:  Dukung Anti Korupsi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Gelar Penyuluhan Awareness Tindak Pidana Korupsi dan Kecurangan

“Selain itu, Pemerintah harus menurunkan harga sembako, karena sebelum naik BBM, harga sembako sudah mengalami kenaikan, ” ujarnya.

Willy mengancam apabila Pemerintah tidak menurunkan harga BBM seperti semula, pihaknya akan terus menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Maka kami pastikan akan datang dengan masa paling besar lagi. Harapan kami DPRD Sumut nanti menyampaikan aspirasi kami dengan membuat surat khusus kepada Presiden. Selain itu kami ingin semua fraksi di DPRD Sumut satu suara menolak kenaikan harga BBM,” katanya.

Baca Juga:  Idul Adha 1445 Hijriah, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Salurkan 127 Hewan Kurban

Demo buruh ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Sejumlah perwakilan buruth diterima langsung oleh anggota DPRD Sumut Fraksi PKS.

Informasi diperoleh, unjuk rasa ini dilakukan buruh dari berbagai elemen, seperti FSPMI, KSBSI, KSPSI AGN, SPMS, KPBI, dan beberapa serikat pekerja dan organisasi rakyat lainnya. [KM-01]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.