MEDAN, KabarMedan.com – Gara – gara tak punya uang untuk biaya melahirkan istrinya, Abdul Rahman (31) warga Jalan Murtatuli menjadi gelap mata.
Ia dan rekannya Riki Gusnanda (19) warga Jalan Abadi, Kecamatan Medan Sunggal nekad melakukan aksi menjambret kalung seberat 10 gram milik seorang Kharisma (48) warga Jalan Prumnas Mandala.
Apes aksi yang dilakukan pelaku gagal, dan babak belur dimassa di Jalan Kapten Muslim, Kecamatan Helvetia, Selasa (2/2).
“Istriku mau melahirkan bang. Karena tak ada uang makanya aku menjambret. Saya sudah dua minggu saya tidak lagi bekerja sebagai kuli bangunan,” kata pelaku Abdul Rahman.
Dirinya pun mengaku telah dua kali melakukan aksi penjambretan.”Sudah dua kali bang. Pertama di kawasan Amplas, tidak berhasil. Ini yang kedua bang juga tidak berhasil dan malah dimassa.Tadi aku jemput Riki ke rumahnya,” jelasnya.
Kejadian berawal saat korban hendak menaiki mobil usai membeli buah di pasar Sei Sikambing.
Pelaku yang telah memantau korban, melancarkan aksinya degan merampas kalung sebesar 10 gram dari leher korban.
Korban yang tak ingin kehilangan kalungnya, meneriaki kedua pelaku rampok.
Warga dan pengguna jalan yang mendengar teriakan korban, lalu mengejejar dan menangkap dan menghajar kedua pelaku hingga nyaris tewas.
Nyawa kedua pelaku terselamatkan setelah petugas Reksrim Polsek Helvetia yang mendapat informasi turun kelokasi kejadian dan mengamankannya.
Kapolsek Helvetia, Kompol Ronni Bonic melalui Kanit Reskrim AKP Hendrik Temaluru ketika dikonfirmasi mengatakan, masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku.
“Kasus ini masih kita kembangkan. Dari pelaku kita mengamankan barang bukti Dari kedua pelaku, kita mengamankan barang bukti sepeda motor Jupiter MX BK 5959 AFO yang digunakan untuk menjalankan aksinya,” pungkasnya. (KM-03)














