Cek Rekaman CCTV, Polisi Dapatkan Temuan Terkait Tewasnya Aktivis HAM Golfrid

MEDAN, KabarMedan.com | Polisi mendapatkan beberapa temuan setelah mengecek rekaman CCTV, terkait tewasnya aktivis HAM dan advokat lingkungan Hidup di Walhi Sumut, Golfrid Siregar pada Minggu (6/10/2019).

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto mengatakan, pihaknya mengecek siapa tukang becak yang mengetahui pertama kali dan mengantar korban ke Rumah Sakit Mitra Sejati.

“Kami sudah cek CCTV di rumah sakit itu. Waktu itu isinya ada 4 orang. Dua orang menggotong ke becak, satu pengemudi becak dan satu bersama korban. Setelah itu ada yang mengantar sepeda motor korban. Ada juga Grab terlihat di situ. (Grab) motor,” katanya, Senin (7/10/2019).

Baca Juga:  Polres Sergai Amankan 58 Orang Selama Operasi Antik 2026

Pihaknya juga melakukan pengecekan di TKP awal, apakah di fly over Amplas atau fly over Jamin Ginting. Namun, katanya, belum identik dengan sepeda motor yang dikendarai korban. Sepeda motor korban adalah jenis CBR 150 warna merah.

“Sepeda motornya CBR warna merah. Kami juga cari CCTV di sekitar situ,” jelasnya.

Diberitakan, Golfrid Siregar menghembuskan nafas terakhir pada Minggu 6 Oktober 2019 sekitar pukul 15.20 WIB di RSUP Haji Adam Malik. Korban dirawat sejak Kamis 3 Oktober 2019.

Korban menghilang sejak Rabu 2 Oktober 2019 sekitar pukul 17.00 WIB untuk pergi ke JNE dan bertemu orang di Mariendal. Sejak saat itu, korban tidak bisa dikontak oleh istri korban.

Baca Juga:  Lansia Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah Kontrakan

Ia ditemukan tidak sadarkan diri di fly over Simpang Pos Jalan Jamin Ginting Padang Bulan, pada Kamis, 3 Oktober 2019 pukul 01.00 dini hari. Korban ditemukan oleh tukang becak yang kebetulan melintas disana.

Oleh tukang becak tersebut kemudian korban dibawa ke RS Mitra Sejati lalu diarahkan untuk di tangani ke RSUP Haji Adam Malik. Golfrid Siregar mengalami luka serius di bagian kepala yang menyebabkan tempurung kepalanya hancur. [KM-05]