Dinas Kesehatan Tanjungbalai Bantah Keras Dugaan Anak Meninggal Akibat Vaksin

TANJUNGBALAI, KabarMedan.com | Plt Kepala Dinas Kesehatan Tanjungbalai, Ali Azhari membantah kuat tudingan postingan di media sosial Facebook yang mengatakan seorang anak meninggal akibat vaksin. Ia mengatakan, penyebabnya adalah penyakit demam berdarah (DBD).

“Bukan kena vaksin, tapi kebetulan dia DBD. Jadi anak itu dibawa ke srumah sakit, ke praktik Dokter Johan pada hari Sabtu tanggal 22 Januari 2022, kemudian oleh Dokter Johan dia dirujuk ke Rumah Sakit Hadi Husada, ketika diperiksa ternyata IgGM-nya sudah positif, untuk menandakan bahwa dia sudah positif DBD,” jelas Ali Azhari.

Ali juga mengatakan sang anak sudah demam selama enam hari sebelumnya. Ia membantah demam tersebut dikarenakan oleh efeh vaksinasi, melainkan karena DBD.

“Jadi oleh dokter rumah sakit ditanyai lah dia. Rupanya dia demam dari enam hari sebelumnya. Ya akibat dbd itu. Jadi demam itu berlangsung enam hari, kemudian pada hari ke tujuh, satu hari sebelumnya, dia ada mimisan. Kemudian ada juga muntah kecoklatan,” ujarnya.

“Kemudian setelah diobservasi selama enam jam kalo nggak salah saya, di situ dia mulai muntah darah, ya kalau nggak salah hampir satu gelas itu. Lalu di rujuk ke Rumah Sakit Mitra Sejati Medan. Dan di hari Sabtu itu juga, berangkat ke Medan. Di hari Minggunya dapat kabar meninggal,” lanjut dia.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

Sementara itu, akun Facebook Ray Al Gaffar kembali menanggapi pernyataan dari Ali Azhari melalui postingannya.

“Dari mana pula bapak bs menyimpulkan 6hari sudah DBD sementara hasil lab hri sabtu brrti sebelum anak masuk rumah sakit bapak sudah tau la ya anak ini DBD apa bapak tuhan klau bapak tuhan biar tau kami rakyat menyembah bapak..sementara anak itu drujuk kerumah sakit hr Sabtu..dsni kita mau keadilan pak bukaN menunggu jawaban yg cuci tangan seperti ini,” tulisnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah status di akun media sosial Facebook viral di media sosial lantaran adanya dugaan seorang anak yang meninggal setelah disuntik vaksin. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Dilihat pada Rabu (26/1/2022), akun Facebook bernama Ray Al-Gaffar mengatakan sang anak sempat mengalami demam setelah vaksin dan seminggu kemudian mengeluarkan darah di area mulut dan hidung.

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

“Setelah vaksin sang anak ngedrop demam hari ketiga, satu minggu kemudian mengeluarkan darah dari hidung dan mulut yang ga berhenti ternyata pembuluh darahnya sudah pecah,” tulisnya.

Ia pun mempertanyakan pihak yang harus bertanggung jawab atas terjadinya kasus kematian tersebut. Dalam unggahan tersebut ia meminta Pemerintah Kota Tanjungbalai dan Dinas Kesehatan dapat segera menyelesaikan kasus itu.

“Disini aku mau bertanya sekarang anak MATI siapa yg tanggung jawab..aku tidak menyalah kan pihak sekolah krna mereka bekerja terpaksa harus melakukan ini ..sekarang apa kami harus diam anak kami mati…disini saya mau bertanya kepada pemerintah kota Tanjung balai kenapa anak anak hrus divaksin imun tubuh anak itu tidak sebanding sama orng dewasa sedangkan yg dewasa pun lemas tidak berdaya apalagi anak,” tuturnya.

“Kami menunggu iktikad baik pemerintah TanjungBalai terutama dinas kesehatan untuk menyelesaikan kasus ini dan saya juga bertanya apakah keluarga Klian dsuntik vaksin benaran atau hanya sekedar surat yg bisa dibayar.. tolong kasus ini selesaikan secara cepat aku dsni butuh keadilan,” ungkapnya. [KM-06]