DPP Diminta Evaluasi Plt Ketua Golkar Sumatera Utara

MEDAN, KabarMedan.com | Pemberhentian Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Batubara dan Tapanuli Tengah (Tapteng) menjadi polemik.

Banyak pihak menyatakan, apa yang dilakukan Ahmad Doli Kurnia Tanjung selaku Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut diduga telah menyalahi aturan. Sejumlah pihak juga menyarankan agar DPP Partai Golkar mengevaluasi kinerja dan mengganti Plt Ketua DPD Golkar Sumut.

Salah seorang kader senior di Partai Golkar Sumut, Sahlul Umur Situmeang mengatakan, tindakan memberhentikan tanpa dasar serta tanpa diketahui kesalahan seseorang yang dilakukan Plt Ketua DPD Golkar Sumut adalah pelanggaran berat.

“Saya sampaikan, apa yang disampaikan Pak Anthon Sihombing itu benar. Ditempatkan Doli ini menjadi plt di Sumut bukan membesarkan Partai Golkar. Tapi menghancurkan Partai Golkar,” katanya kepada wartawan, Senin (1/4/2019) malam.

Ia mengatakan, sebagai Plt, Ahmad Doli Kurnia tidak bisa melakukan pergantian orang yang secara konstitusional dan sah diangkat secara aklamasi di partai. Orang tersebut tidak boleh diberhentikannya sewenang-wenang.

Baca Juga:  Bobby Nasution Dukung Penataan Kota dan Penguatan Pelayanan Publik di Tanjungbalai

“Golkar bukan milik dia. Di daerah saya di Tapanuli Tengah, di plt kan orang yang tak mengerti pula tentang daerah ini. Dibuatnya plt disini saudara Manohan yang tidaklah orang Tapteng. Bagaimana dia bisa membesarkan partai disni. Sekarang Tapteng ini Golkarnya sudah hancur,” ujar mantan Wakil Sekretaris DPD Golkar Sumut itu.

Dari informasi yang ia dapat, sampai sekarang belum dilakukan pelatihan untuk saksi Partai Golkar di Tapteng.

“Ini bakal hancur lagi. Saksi-saksinya pun tidak jelas. Banyak ngawur itu, kacau. Jadi orang yang dijadikan plt orang yang tidak menguasai lapangan,” ungkapnya.

“Jadi Doli ini sudah melakukan kesalahan fatal. Lebih bagus dia diganti saja, atau lebih baik mundur. Kalau dia tidak paham tentang ke partaian mundur,” tambahnya.

Ia mengatakan, biasanya ada evaluasi yang dilakukan dari DPP Partai Golkar. Evaluasi itu dilakukan per tiga bulan. Namun, ia tidak megetahui apakah evaluasi tersebut dilakukan atau tidak.

Baca Juga:  Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bobby Nasution Minta Aparatur Tetap Jaga Integritas

“Enggak ngerti juga kita gimana. Apakah Doli dievaluasi oleh DPP atau tidak. Sampai sekarang Golkar Sumut bisa hancur ditangan Doli,” jelasnya.

“Lebih bagus DPP yang ambil alih kembali kepengurusan Golkar Sumut ini. Ditunjuk plt yang baru, kalau Golkar mau memang di Sumut. Bisa hancur ditangan dia (Ahmad Doli Kurnia) ni,” pungkasnya.

Sebelumnya, Anggota DPR RI Partai Golkar, Capt. Anthon Sihombing dalam kunjungannya ke Desa Simodong, Kecamatan Seisuka, Kabupaten Batubara mengungkapkan apa yang dilakukan oleh Ahmad Doli Kurnia merusak Golkar Sumut.

“Doli itu perusak. Doli itu telah merusak Golkar Sumut dan harus digusur,” tegas Anthon.

Prihatin dengan apa yang terjadi di tubuh DPD Golkar Sumut, ia pun menyatakan akan berupaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. [KM-03]