Dubes RI Untuk Australia Dorong Kerjasama Digitalisasi Indonesia – Australia

“Indonesia bisa belajar banyak dari Australia. Begitupun Australia bisa belajar banyak dari perkembangan yang terjadi di Indonesia. Misalnya program internet masuk pedesaan dan pedalaman,” lanjut Nadjib.

Hal senada dikatakan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan RI, Prof. Ronny Rachman Noor. Menurutnya, konferensi ini merupakan salah satu kegiatan pelajar terbesar di Australia.

“Australia sangat kagum dengan kegiatan ini karena mahasiswa Indonesia sangat aktif jika dibandingkan dengan Negara-negara lain,” terang Prof. Ronny.

Dari sisi diplomasi, lanjutnya, mahasiswa Indonesia berada di depan dalam hal budaya, bahasa dan lain-lain. “Wajah Indonesia di Australia tercermin dari aktivitas mahasiwa Indonesia di Australia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ketua Panitia KIPI Ahmad Kailani mengungkapkan, bahwa KIPI merupakan kegiatan pelajar-pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan berbagai negara yang digelar dua tahunan.

“Kegiatan KIPI yang kali ini dilaksanakan 22-23 April 2016 dihadiri oleh pelajar Indonesia dari berbagai belahan dunia seperti Mesir, Eropa, Amerika, Jepang, India, dan lain sebagainya. KIPI 2016 bertujuan untuk merumuskan masukan tata kelola digitalisasi Pemerintah Republik Indonesia yang diikhtiarkan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia,” demikian Ahmad Kailani. [KM-01]