Gubsu: Masalah Banjir di Medan Karena Hujan Over dan Penanganan Drainase Tidak Cukup

Banjir Kota Medan. Foto: KabarMedan.com

MEDAN, KabarMedan.com | Banjir terus melanda sejumlah wilayah di Kota Medan, Sumatera Utara akhir-akhir ini. Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menduga bahwa hal itu terjadi karena penanganan saluran drainase yang tidak mampu menampung tingginya curah hujan.

“Dalam beberapa hari hujan turun deras dan drainase yang ada tidak mencukupi untuk menampungnya,” ucap Edy, Rabu (24/11/2021).

Edy mengatakan, untuk ke depan pihaknya akan mencari solusi untuk menyelesaikan masalah banjir ini dan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

Baca Juga:  Seleksi Calon Anggota KPID Sumut Periode 2026–2029 Resmi Dibuka

“Saya sudah melakukan koordinasi dengan pak Bobby, rapat juga sudah dilakukan antara Wilayah Deli Serdang dan Kota Medan,” katanya.

Menurut Edy, yang menjadi faktor utama penyebab terjadinya banjir ini adalah luapan dari lima sungai yang berada di wilayah Kota Medan. Karena seharusnya, kelima sungai ini sudah dilakukan perbaikan dari tahun 2020 lalu.

“Seharusnya sudah diperbaiki, namun pada bulan Maret 2020 kita dilanda wabah Covid-19 dan membuat semua anggaran direfocusing,” kata Edy.

Baca Juga:  HUT ke-78 Sumut, Bobby Nasution Sebut Kolaborasi Kunci Wujudkan Daerah Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Sebelumnya, banjir yang merendam sejumlah wilayah Kota Medan diduga karena intensitas hujan yang tinggi pada Selasa (23/11/2021) malam. Kantor Gubernur Sumut juga ikut terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 30 cm.

Tak hanya Kantor Gubsu, beberapa wilayah seperti Jalan Cut Nyak Dien, Jalan Wahid Hasyim, Kawasan Lapangan Merdeka, dan Jalan jawa di depan Centre Point juga terendam banjir. [KM-102]