MEDAN, KabarMedan.com | Lima ekor lembu milik warga mati dan sekarat di kebun karet di Desa Perkebunan Hapesong, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan. Lima ekor lembu tersebut diduga menjadi korban serangan harimau.
Kepala Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara (Sumut) Gunawan Alza mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (26/11), namun laporan baru diterima sehari kemudian.
BBKSDA yang mendapat laporan mengirimkan tim untuk mengecek ke lokasi. Pihaknya juga merencanakan pemasangan kamera trap atau kamera jebak.
“Ditemukan jejak harimau, jejak besar. Harimau dewasa. Sejauh ini diperkirakan satu ekor,” katanya, Kamis (28/11/2019).
Pihak BBKSDA bersama dengan unsur Koramil dan Polsek setempat, kini berupaya menenangkan masyarakat, dan meminta warga tidak panik, serta meningkatkan kewaspadaan. Jika akan beraktivitas ke kebun, jangan kepagian dan segera keluar dari kebun sebelum jam lima sore.
“Kalau ke kebun jangan sendirian, dan membuat bunyi-bunyian jika mencurigai keberadaan harimau,” ujarnya.
Ia mengatakan, hewan ternak yang mati dibiarkan di lokasi sementara yang sekarat kemudian disembelih warga.
Kapolsek Batang Toru, AKP Daulat M. Zein Harahap mengatakan, tim dari Polsek bersama tim lain sudah berada di lokasi sejak kemarin. Dari informasi yang dihimpun, ada dua lembu mati dan dua sekarat kemudian disembelih.
Kemudian, satu anak lembu yang usianya baru sekitar 1,5 bulan dibawa pulang pemiliknya untuk diobati karena mengalami sejumlah luka.
“Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati lokasi kejadian, jangan pagi kali ke kebun, dan jangan sore kali keluar kebun. Tak boleh juga masuk sendirian,” pungkasnya. [KM-05]














