Ikut Demo di DPR RI, Ade Armando Babak Belur Dihajar Massa

JAKARTA, KabarMedan.com | Akademisi dari Universitas Indonesia sekaligus pegiat media sosial Ade Armando yang ikut turun dalam demo 11 April di depan gedung DPR-RI menjadi bulan-bulanan massa yang diduga bukan bagian dari mahasiswa.

Ia dianiaya dan mendapat banyak pukulan, bahkan ditelanjangi. Dalam video yang beredar, terlihat detik-detik sebelum pemukulan, dimana Ade Armando sempat diteriaki buzzer munafik dan darahnya halal untuk dibunuh. Sempat terjadi cekcok, hingga akhirnya ia dikeroyok.

“Buzzer! Buzzer! Munafik, pengkhianat, penjilat,” ujar massa yang mulai mengerubungi Ade Armando.

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

Ade Armando sempat dilindungi oleh salah satu massa aksi lainnya, namun hal itu tak berhasil sebab massa yang melakukan pemukulan semakin ramai dan anarkis. Lantas, ia pun terlihat berlumuran darah, dengan pakaian yang tersisa.

Tak lama kemudian petugas datang berupaya mengamankan Ade Armando dari amukan massa. Ia dibawa dalam keadaan yang sudah tak berdaya dengan wajah dan tubuh yang penuh luka.

Kedatangan Ade Armando sendiri disebutnya sebagai bentuk dukungan atas penolakan wacana perpanjangan masa jabatan presiden hingga tiga periode dan penundaan pemilu. Dosen FISIP UI itu bahkan sempat menerima wawancara dari sejumlah wartawan di lapangan.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

“Saya tidak ikut, hanya memantau. Saya mendukung kalau gugatannya tidak ada perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode, saya setuju,” sebut Ade pada awak media.

Kini Ade dikabarkan telah mendapatkan perawatan intensif oleh tim medis di dalam Komplek Parlemen Senayan, Jakarta. [KM-06]