Ini Kata Pramugari Lion Air, Saat Ada Penumpang Melontarkan Ancaman Bom

PONTIANAK, KabarMedan.com | Ratusan penumpang Lion Air JT 687 dari Pontianak tujuan Jakarta panik saat ada penumpang yang melontarkan ancaman bom. Karena panik, sejumlah penumpang membuka emergency exit atau pintu darurat. Ada pun pelaku yang melontarkan ancaman bom bernama Frantinus Nirigi asal Wamena, Papua, sudah diamankan.

Di depan Frantinus, tampak duduk dua orang pramugari Lion Air. Salah satu dari mereka bercerita tentang kepanikan yang terjadi saat Frantinus melontarkan ancaman bom saat pramugari sedang menaruh bagasi di kabin pesawat.

“Tanpa ada desak-desakan, dorong-dorongan, semakin lama, semakin lama, kemudian captain saya keluar dengan command, ‘Ayo cepat, ayo cepat.’ Jadi saya lebih mengeraskan suara saya, ‘Ayo cepat, Bapak-Ibu, keluar dengan tenang.’ Akhirnya yang di belakang berdiri, semua panik, sedangkan FA saya semua di belakang semua belum standby di station-nya masing-masing. Jadinya FA saya tidak bisa memberikan command dengan benar kepada penumpang dan menjaga station-nya, emergency exit-nya masing-masing, jadi ada beberapa penumpang yang membuka jendela daruratnya,” jelas pramugari tersebut panjang-lebar.

Baca Juga:  Terbukti Terlibat Jual Ekstasi, Prayuka Uganda Divonis 7,5 Tahun Penjara
Pramugari Lion Air menceritakan kepanikan penumpang saat ada ancaman bom. (Foto: dok. Polda Kalbar).

Frantinus sendiri langsung diringkus sesaat setelah kejadian. Pihak keamanan bandara dan polisi telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menyatakan tidak ada bom di pesawat itu.

“Setelah diadakan pengecekan bagasi, ternyata bom yang diutarakan Frantinus Nirigi tidak ditemukan. Untuk kondisi Bandara Internasional Supadio sampai saat ini dalam keadaan aman. Selanjutnya pelaku dibawa ke Polresta Pontianak untuk dilakukan pemeriksaan,” jelas Kombes Nanang.

Baca Juga:  Terbukti Terlibat Jual Ekstasi, Prayuka Uganda Divonis 7,5 Tahun Penjara

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, sebelumnya membenarkan adanya kejadian ini. Dia menyebut kejadiannya terjadi di pesawat Lion Air JT 687 dari Pontianak tujuan Jakarta.

Danang menjelaskan, pesawat itu sesuai dengan jadwal berangkat dari Bandara Internasional Supadio menuju Jakarta pukul 18.50 WIB. Namun di dalam pesawat ada penumpang yang mengaku membawa bom di tas.

“Ada salah satu orang yang mengaku membawa bom di dalam tas. Kemudian, untuk menjamin keselamatan keamanan penerbangan, pilot memutuskan menurunkan seluruh penumpang, bagasi, dan barang bawaan,” katanya. [KM-01]