JAKARTA, KabarMedan.com | Perwakilan 11 Aksi Jalan Kaki (AJAK) akhirnya bertemu dengan Presiden Joko Widodo setelah melakukan perjalanan puluhan hari sejak tanggal 14 Juni 2021 lalu dari Makam Raja Sisimangaraja XII, di Soposurung, Balige, Sumatera Utara.
Melakukan perjalanan kaki hingga ke istana negara, tindakan tersebut dilakukan untuk menyampaikan keluhan terkait pencemaran lingkungan di daerah mereka. Togu Simorangkir dan kawan-kawan sebagai perwakilan menyampaikan tuntutan penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL) di Danau Toba.
“Jadi pada hari ini setelah kita jalan kaki 44 hari dan sampai di Jakarta dan menunggu selama 9 hari untuk bisa bertemu dengan Bapak Presiden, hari ini kami bertemu dengan Bapak Presiden. Tapi memang karena pandemi ini, hanya saya sendiri yang bisa masuk istana,” ujar Togu, Jum’at (6/8/2021).
Ia mengatakan maksud kedatangannya menghadap Presiden adalah untuk menyampaikan segala bentuk keluh kesah masyarakat Toba atas kerusakan lingkungan yang terjadi.
“Kita ingin menyampaikan aspirasi kita, kegelisahan kita, kesedihan kita, kemarahan kita, kemuakan kita atas aktivitas perusahaan perusak lingkungan di Danau Toba,” tuturnya.
Togu menyampaikan Presiden Joko Widodo sempat terkejut mendengar aduan yang ia sampaikan. Presiden Jokowi masih akan melakukan kajian terkait laporan tersebut lantaran untuk melakukan penutupan bukan hal yang mudah.
“Yang pasti beliau sudah membaca walaupun ada banyak hal juga tadi yang beliau tidak tahu. Jadi intinya, dokumen setebal 69 halaman itu sudah beliau terima,” katanya. [KM-06]














