Jelang Lebaran, Polrestabes Medan Amankan 56 Orang Preman yang Resahkan Masyarakat

MEDAN, KabarMedan.com | Polisi mengamankan puluhan preman di Kota Medan yang dianggap kerap meresahkan masyarakat. Operasi tersebut digelar dalam rangka menjamin keamanan menuju Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijirah atau Lebaran 2022.

Kasubag Humas Polrestabes Medan, Kompol Riama Siahaan mengatakan, operasi premanisme dan pungli itu menyasar ke berbagai lokasi, seperti pasar dan terminal.

Dilakukan dari sore hingga malam hari, petugas telah berhasil mengamankan setidaknya 56 orang yang diduga melakukan tindak premanisme.

“Hasil Operasi Premanisme dan Pungli kita mengamankan sebanyak 56 orang,” ujarnya, dilansir dari Suara.com pada Sabtu (23/4/2022).

54 preman disebut Riama akan menerima pembinaan. Namun dua orang lainnya harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebab diduga menjadi pelaku penganiayaan secara bersama-sama.

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengungkap bahwa jajaran Pemerintah Kota Medan tengah berupaya membasmi premanisme yang kerap meresahkan masyarakat.

Ia meminta kepada TNI, Polri untuk tak segan-segan memberikan tindakan tegas terhadap pelaku premanisme, agar dapat segera dihapuskan dari wajah Kota Medan.

“Pemerintah Kota Medan sudah membuat upaya bagaimana premanisme ini bis akita hilangkan dari Kota Medan, kita hapuskan dari wajah Kota Medan. Mohon kiranya kepada TNI, Polri, khususnya kepada teman-teman dari kepolisian, kami sudah membuat program, tentunya langkah berikutnya adalah tindakan tegas kepada para pelaku premanisme, oknum, atau pun kelompok yang masih mencerminkan dirinya kepada premanisme ini betul-betul bisa ditindak tegas, kalau bisa setegas-tegasnya,” ujar Bobby, Jumat (22/4/2022).

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

Bobby menekankan bahwa penghapusan premanisme ini bukan bentuk keluhan dari Pemko Medan, melainkan dari masyarakat.

“Karena ini keluhan bukan dari Pemko Medan, pak. Tapi ini masalah kenyamanan dan keresahan masyarakat. Jadi saya minta tolong ditindak tegas lah, yang nggak buat nyaman dan yang nggak melayani masyarakatnya,” tuturnya.

Pembasmian tindak premanisme ini, dikatakan Bobby, ditargetkan sudah dilakukan sebelum lebaran. Pemerinta Kota Medan ingin memastikan masyarakat dapat melakukan mudik dengan aman dan nyaman. [KM-06]