Juru E-Parking Cabut Laporan Terhadap Pria yang Sempat Ancam Patahkan Leher

MEDAN, KabarMedan.com | Juru e-parking Kota Medan yang sempat melaporkan seorang pria berinisial RP terkait kasus penganiayaan kini mencabut laporannya. Kasus antara juru parkir dan RP sempat direkam dalam sebuah video itu sempat viral di masyarakat, kini kasus diakhiri dengan damai.

Restorative justice itu juga ikut dihadiri oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution. Atas kejadian tersebut Bobby berharap agar kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran banyak orang.

“Alhamdulillah hari ini juru e-parking kita yang menerima penganiayaan kemarin telah memaafkan pelaku dan sudah mencabut laporannya. Semoga kejadian seperti ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk terus menaati peraturan yang sudah diterapkan di masing-masing daerah,” ujar Bobby pada Selasa (10/5/2022).

Pria berinisial RP itu ditangkap setelah video marah-marahnya kepada seorang petugas parkir viral di media sosial. Saat itu, ia beberapa kali terdengar melontarkan kalimat pengancaman terhadap juru parkir, bahkan terseret nama Bobby Nasution.

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

“Kau panggil bos kau kemari, ya kau panggil Pak Bobby tu kemari, biar ku patahkan batang leher Pak Bobby tu sekalian. Atau kau aja yang ku patahkan batang leher kau itu, mau?” ujar pelaku dalam video tersebut,” ujarnya dalam video itu.

Atas tertangkap RP, Bobby sebelumnya menegaskan bahwa hal itu bukan karena ada ancaman terhadap namanya, melainkan sudah terjadi tindak dugaan penganiayaan terhadap sang juru parkir.

“Itu di lapangan biasa. Cuma yang paling saya tekankan petugas parkir kita yang jadi korban, walaupun nggak jadi dipatahkan lehernya, tapi kemarin tangannya ditarik, dijepit di jendela mobil dan mobilnya dijalanin. Itu poin pentingnya, karena sudah ada kejadian, sudah ada korban, sudah ada yang terluka,” ujar Bobby.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

“Sudah diamankan, tapi bukan karena patahkan leher ya. Bukan karena bilang patahkan leher Bobby, bukan. Tapi karena tangannya dijepit oleh pelaku, masuknya ke penganiayaan,” lanjutnya.

Sementara itu, RP yang diamankan mengaku bahwa dirinya tak bermaksud tidak membayar parkir. Ia yang ingin membayar secara cash, namun petugas parkir terus meminta agar ia membayar dengan menggunakan E-Toll, sesuai dengan peraturan e-parkir di Kota Medan saat ini.

Namun keduanya lanjut cekcok, bahkan nama Bobby Nasution terseret ke dalamnya. Kendati demikian RP menyebut ia tak tahu bahwa nama Bobby yang disebut petugas parkir adalah Wali Kota, dan mengira Bobby adalah kepala preman wilayah tersebut. [KM-06]