Kapolsek Sunggal Diduga Aniaya Personil Hingga Pingsan

MEDAN, KabarMedan.com | Seorang personil Polsek Sunggal, Brigadir Anche Sinaga, terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Bina Kasih, Senin malam (14/12/2015). Pasalnya, dirinya diduga dianiaya Kapolsek Sunggal, Kompol Harry Azhari, hingga pingsan. Brigadir Anche menceritakan, kejadian berawal saat ia dan personil lainnya melakukan apel malam.

Saat apel, Kapolsek Sunggal menanyakan kepada korban tentang pengaturan lalu lintas di malam hari di wilayah hukum Polsek Sunggal.

“Saat ditanya Kapolsek, saya jawab sesuai keadaan. Sebenarnya saya sudah lepas piket,” kata korban.

Diduga tidak mendapat jawaban yang mengenakkan, Kapolsek lalu menyuruh korban maju selangkah dari barisan.

“Disitu Kapolsek melepaskan sandal dan memukulkannya di kepala saya. Saat dipukul, saya merasa oyong dan pingsan,” ungkapnya.

Dikatakannya, Kapolsek juga melarang rekannya saat hendak membawa korban ke Rumah Sakit. “Kata kawanku tadi, Kapolsek bilang udah biarin saja disitu. Padahal aku sudah pingsan,” ujarnya.

Salah seorang keluarga korban mengaku, rencananya pihak keluarga akan melaporkan tindakan penganiayaan Kapolsek ke Propam Poldasu.

“Kita akan menuntut keadilan terhadap tindakan Kapolsek. Jangan mentang-mentang menantu dari Jenderal L Simanjuntak, dia bisa seenaknya begitu. Kami tidak terima,” ungkapnya.

Kapolsek Sunggal, Kompol Harry Azhar ketika dikonfirmasi tidak mejawab.

Sementara itu, Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin mengaku, belum mengetahui terkait dengan adanya penganiayaan yang dilakukan Kapolsek terhadap anggotanya.

“Saya belum dapat informasinya. Sebentar biar saya cari tahu dahulu informasi itu,” jelas Kapolres.

Lebih lanjut, Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Helfi Assegaf mengatakan, Brigadir Anche Sinaga dihukum bediri dengan sikap sempurna di lapangan apel, karena tidak melaksanakan tugas menjaga pos lalu lintas.

“Jadi karena terlalu lama berdiri karena dihukum, Brigadir Ache jatuh pingsan,” pungkasnya. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.