Kawasan Hamparan Perak Didorong Jadi Daerah Khusus Sejarah

DELI SERDANG, KabarMedan.com | Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus menilai, wilayah Hamparan Perak dan sekitarnya sepatutnya menjadi daerah khusus sejarah.

Hal itu diutarakannya karena, banyak peninggalan benda-benda sejarah hingga ditemukannya jejak pendiri Kota Medan, Guru Patimpus Sembiring di sana. Itu menjadi bukti bahwa, Kecamatan yang masuk ke wilayah Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang itu memiliki kekayaan sejarah.

“Sepatutnya wilayah ini menjadi kawasan wisata sejarah yang harus dijaga, dilestarikan dan dimajukan pengembangannya,” kata Sihar, saat berziarah ke makam Guru Patimpus Sembiring, Senin (26/3/2018).

Didampingi tokoh masyarakat Desa Lama, Kecamatan Hamparan Perak, Saiful Bukhari Tarigan dan Sadam Husin, mantan Exco PSSI itu menambahkan, berbagai sumber dan penjelasan soal sejarah Hamparan Perak, sebagai bagian sejarah yang penting juga menunjukkan kekayaan yang dimiliki.

Baca Juga:  Polres Sergai Amankan 58 Orang Selama Operasi Antik 2026

“Berbagai sumber dan juga literatur saat ini, memberikan argumen valid dan budaya lisan yang diturunkan memang diceritakan secara konsisten dan terus dijaga hingga saat ini. Apalagi juga ditemukan guci yang diyakini dari abad ke-14, itu menjadi bukti Hamparan Perak menjadi bagian penting dari sejarah di Sumut,” jelasnya.

Menurut dia, sesungguhnya sejarah Kota Medan telah mengusung konsep keberagaman dalam diri Guru Patimpus. Ini akan menjadi warisan bagi kita dan anak cucu kita kedepannya. Keberagaman ini pesan moral sebagai benang merah Kota Medan.

Sihar menilai, banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan bukti peninggalan sejarah ini. Tak hanya berpangku pada Pemko Medan saja. Namun, juga Pemkab Deli Serdang hingga Pemprov Sumut juga harus bahu membahu menjaga dan turut melestarikannya.

Baca Juga:  Sehari Empat Kecelakaan Terjadi di Sergai, Tiga Luka dan Dua Patah Kaki

“Banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk mengenal sejarah Kota Medan ini. Mari sama-sama kita mengenal Sumut dari sejarahnya,” tegas Sihar.

Sementara itu, Sekretaris Aliansi Masyarakat Peduli Pengembangan Pariwisata dan Situs Budaya (AMP3SB) Kecamatan Hamparan Perak, Rian Sulaiman mengatakan, masyarakat menginginkan keperdulian dan keseriusan Pemerintah dalam menjaga dan melestarikan berbagai bukti sejarah yang ada di Desa Lama, Kecamatan Hamparan Perak ini.

“Harapan kami dari poros peninggalan ini menjadi situs terlestarikan. Ini tak hanya diperlukan peran Pemerintah Kabupaten/Kota saja, tapi juga Pemerintah Provinsi harus turut perduli. Bukti sejarah inilah yang akan diturunkan kepada anak cucu kita soal sejarah dan sosok Guru Patimpus Sembiring ini sebagai pendiri Kota Medan,” pungkasnya. [KM-01]