MEDAN, KabarMedan.com | Seorang wanita berambut sepundak tampak terduduk di depan rumah tetangganya. Ia terus menangis dan tak mau berbicara.
Sejumlah orang mencoba menenangkannya. Betapa tidak, barang-barangnya habis dalam kebakaran di Jalan Punak, Gang Siput, Lingkungan I, Kelurahan Sei Putih II, Kecamatan Medan Petisah pada Rabu (10/6/2020).
Salah seorang warga bernama Suryani mengatakan, Happy (Epi) tinggal di rumah kos-kosan yang pertama kali terjadi kebakaran.
Saat itu api yang keluar dari rumah kos-kosan tersebut dengan cepat menjalar ke rumah sebelahnya.
Dirinya tidak tahu saat kebakaran terjadi apakah Happy (Epi) berada di dalam rumahnya atau tidak.
“Barang-barangnya tak ada yang sempat diselamatkan. Habis semua. Hanya pakaian yang dipakainya itu aja lah. Tak ada yang dipunyainya lagi,” katanya.
Elviana yang tinggal sekitar 10 meter dari rumah kos Happy sempat menyelamatkan barang-barangnya ke halaman rumah tetangganya.
Mulai dari kasur, baju, lemari, galon air, dan lain sebagainya diletakkan begitu saja dalam keadaan basah.
“Rumah saya tidak ada apa-apa. Tidak terbakar. Tapi karena saya takut apinya menjalar, saya keluarkan semua barang-barang rumah ke sini,” ujarnya.
Ia mengaku, api keluar dari rumah paling ujung cepat menjalar ke rumah-rumah sebelahnya karena umumnya terbuat dari kayu.
“Yang rumahnya terbakar itu banyak yang buat perlengkapan untuk sembahyang, kertas-kertas, jadi ya gampang saja lah terbakar. Tak sampai setengah jam rumah-rumah sebelahnya langsung terbakar,” cetusnya.
Kepala Dinas Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran Kota Medan, Albon Sidauruk mengaku, ada 8 unit rumah yang terbakar dan 3 rumah dirusak untuk menghindari penyebaran api.
Pantauan di lapangan, api dapat dikendalikan oleh petugas pemadam kebakaran. Di beberapa rumah api kecil masih menyala dan asap mengepul.
Petugas terus menyemprotkan air ke puing-puing bangunan. Di gang tersebut, terdapat kios-kios yang menjual bahan-bahan kebutuhan pokok.
Ia mengaku, titik api itu berawal dari rumah kos yang penghuninya tidak sedang berada di tempat.
“Penyebabnya, bisa saja ada alat elektronik yang ditinggal. Charger hp yang sedang dicolokkan tapi tak ada hp, lalu mungkin hair dryer, dan lainnya. Dari puing-puing tadi ada ditemukan kasur, itu sangat rentan terbakar,” jelasnya.
Selain itu, katanya, rumah yang terbakar terbuat dari kayu. Areal yang sempit sedikit menyulitkan proses pemadaman.
“Respond time kita hanya 3 menit. Soal penyebab dan total kerugiannya pihak berwajib yang memastikan,” pungkasnya. [KM-05]














