Kerumunan Vaksinasi, BEM Nusantara Minta Copot Kapolda Sumut Hingga Evaluasi Wakapolri

MEDAN, KabarMedan.com | Pasca keramaian antrian vaksinasi di Gedung Serbaguna Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada Selasa (3/8/2021) lalu, BEM Nusantara suarakan pencopotan Kapolda Sumut.

BEM Nusantara menilai proses vaksinasi telah melanggar protokol kesehatan sehingga dapat memicu timbulnya kluster baru penyebaran Covid-19. Diselenggarakan oleh Polda Sumut, dorong-dorongan antar peserta vaksin bahkan mengakibatkan satu orang terjepit dan pingsan.

“Jelas, kegiatan itu telah melanggar protokol kesehatan tentang jaga jarak. Terbukti dengan beberapa foto dan video yang beredar, bahwa kegiatan tersebut telah gagal dan patut dihentikan,” ujar Sekretaris Pusat BEM Nusantara, M. Julianda Arisha, Rabu (4/8/2021).

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

Ia menyayangkan petugas tak mampu menertibkan kerumunan yang terjadi. Vaksinasi yang ikut dihadiri oleh Wakapolri, Komjen Gatot Eddy Pramono tersebut nyatanya jauh dari protokol kesehatan yang selama ini berlaku

“Kapolri harus mengevaluasi Wakapolri yang turut hadir dan berdiam diri saat melihat kerumunan yang ada selain itu saya juga meminta agar Kapolri memberi teguran kepada Kapolda Sumut. Kapolda Sumut selaku penanggung jawab kegiatan vaksinasi ini. Apabila ini benar kelalaian maka kami meminta bapak Kapolri mencopot jabatan Kapolda Sumut,” tuturnya.

Baca Juga:  Positif Gunakan Narkotika, 27 Orang Pengunjung Hiburan Malam di Sergai Diamankan

Sebelumnya Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat untuk mendapatkan vaksin sangat tinggi sehingga keramaian tak dapat terhindarkan.

Soal ada yang sudah mengantri lama namun tetap tidak mendapatkan vaksin, Riko menyampaikan hal tersebut bukan soal kekurangan vaksin, melainkan sudah ditentukan kapasitasnya.

“Jadi bukan kekurangan vaksin, petugas kita sudah kita setting untuk jumlah vaksinnya. Nggak mungkin kita lebihkan, tenaganya kita terbatas,” ujar Riko. [KM-06]