MEDAN, KabarMedan.com | Konsul Jenderal Jepang di Medan meresmikan Klinik Kesehatan dan Pusat Pelatihan Pembuatan Kompos di Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan, Kamis, (28/1/2015). Peresmian juga dihadiri Ketua Yayasan Salsabiila, Darmawan Sriyanto, dan Sekretaris BLH Sumut, Siti Bayu Nasution.
Pembangunan Klinik Kesehatan dan Pusat Pelatihan Pembuatan Kompos Yayasan Salsabiila merupakan realisasi dari bantuan hibah Pemerintah Jepang tahun anggaran 2014 program Grant Assistance for Grassroots Human Security Projects, yang diberikan kepada Yayasan Salsabiila sebagai bentuk kerja sama, dukungan dan wujud kepedulian dari masyarakat Jepang kepada masyarakat Indonesia.
“Kami berharap, dengan tersedianya Pusat Pelatihan Pembuatan Kompos rumah tangga, gerakan pengelolaan sampah oleh warga dapat meningkat, dan seiring dengan itu, terbangunnya sarana klinik kesehatan dapat meningkatkan taraf kesehatan masyarakat,” kata Konsul Jenderal Jepang di Medan Hirofumi Morikawa, disela acara peresmian.
Klinik kesehatan ini akan menyelenggarakan pelayanan umum kesehatan bagi perorangan, khususnya masyarakat Kelurahan Labuhan Deli, diantaranya berupa konsultasi kesehatan, pemeriksaan dan semacamnya. Adapun Pusat Pelatihan Pembuatan Kompos ditujukan diantaranya untuk pelatihan pembuatan dan budi daya kompos, 3R (Reduce, Re-use, Recycle) serta bank sampah oleh pengajar yang ahli di bidangnya.
“Masyarakat di wilayah Kelurahan Labuhan Deli kini dapat menggunakan kompos tersebut untuk pengijauan sehingga lingkungan menjadi lebih indah dan asri. Untuk mencapai tujuan tersebut, masyarakat dan Pemerintah harus saling bekerjasama dan saling memberikan kontribusi dalam mewujudkannya. Saya juga berharap kepada kita semua untuk tidak melupakan salah satu peribahasa Jepang “Keizoku wa Chikaranari”, yang berarti “Usaha yang dilakukan secara berkelanjutan, akan menjadi sebuah kekuatan”,” tambah Hirofumi Morikawa.
Penandatanganan kontrak hibah Proyek Pembangunan Klinik Kesehatan dan Pusat Pelatihan Pembuatan Kompos Yayasan Salsabiila senilai US$ 49.921 (sekitar Rp650 juta) ini sendiri telah dilakukan pada 12 Maret 2015.
Bantuan hibah program Grant Assistance for Grassroots Human Security Projects merupakan skema bantuan hibah dari Pemerintah Jepang dengan ciri utamanya langsung dan cepat menjangkau penerima manfaat di tingkat Grassroots, melalui LSM, institusi pendidikan dan kesehatan, panti asuhan serta lembaga non-profit lainnya.
Sampai saat ini, Bantuan Hibah Grassroots untuk Keamanan Manusia telah diwujudkan dalam berbagai proyek yang berhubungan dengan kebutuhan dasar manusia; antara lain dalam bidang pendidikan dasar, kesehatan, lingkungan dan sosial.
Di Provinsi Sumatera Utara, sejak tahun 2000, sebanyak 58 proyek senilai US$4 juta (sekitar Rp54 milyar) telah dibantu melalui program ini. Melalui bantuan kerja sama hibah ini, diharapkan tingkat kesehatan dan pelestarian lingkungan hidup di Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan akan meningkat. [KM-01]














