Laporan Perampokan Direkayasa, Kepala Kantor Pos Dibekuk

Ilustrasi

TAPANULI SELATAN, KabarMedan.com – Unit Reskrim Polres Tapanuli Selatan mengamankan Kepala Kantor Pos Cabang Sipiongot bernama Ardin Sayur Nasution (41). Warga Desa Pasar Sipiongot, Padanglawas Utara ini diamankan karena membuat laporan palsu.

Ia ditangkap bersama rekanya Habib Rosyadi Rangkuti (33) warga Desa Matondang, Lubuk Barumun, Palas. Dari keduanya, petugas mengamankan barang bukti uang Rp220 juta, 1 unit sepeda motor Honda Revo BB 3521 KI, dan sejumlah buku tabungan.

Kasat Rerskrim Polres Tapsel, AKP Jama Kita Purba mengatakan, awalnya pelaku mendatangi Polres Tapsel pada tanggal 15 Januari 2016.

Baca Juga:  Mobil Ayla Hangus Terbakar di Depan Kantor DPRD Sergai, Diduga Api dari Tetesan Bensin yang Bocor

Ia melaporkan bahwa telah dirampok oleh dua orang saat melintas di Jalan Lintas, Desa Hutaimbaru, Pasar Gunung Tua, Halongonan, Padang Lawas Utara. Uang Rp 665 juta milik perusahaan yang akan disetorkan ke BNI Pasar Gunung Tua juga dibawa kabur pelaku.

Petugas Satreskrim Polres Tapsel yang mendapat laporan, lalu melakukan penyelidikan. Namun, saat petugas memeriksa handphone (HP) miliknya, diketahui perampokan itu hanyalah rekayasa untuk menggelapkan uang tersebut

“Jadi perampokan itu memang telah direncanakan, dan mereka saling kenal. Di dalam HP pelaku ada sejumlah percakapan antara pelaku satu dengan pelaku lainnya,” kata Jama yang juga mantan Kanit Idik I Satres Narkoba Polresta Medan ini, Minggu (24/1).

Baca Juga:  Mobil Ayla Hangus Terbakar di Depan Kantor DPRD Sergai, Diduga Api dari Tetesan Bensin yang Bocor

Usia melakukan aksinya, pelaku Adrian sempat melarikan diri dengan membawa uang Rp 10 juta yang merupakan hasil pembagian rekayasa perampokan itu.

“Pelaku kabur ke Pekanbaru, Riau. Saat kita lacak keberadaannya, disitu pelaku kita tangkap. Kita lalu melakukan pengembangan dan menangkap pelaku Habib. Saat ini kita masih melakukan pengejaran terhadapĀ  pelaku YSH yang masih buron,” pungkasnya. (KM -03)

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.