MEDAN, KabarMedan.com | Lima Kecamatan di Tebing Tinggi, Sumatera Utara di landa banjir akibat luapan sungai Bahilang dan sungai Padang. Saat ini, Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tebing Tinggi sedang mendata warga yang terdampak.
Kepala BPBD Tebing Tinggi, Wahid Sitorus mengatakan, pihaknya baru menerima laporan bahwa banjir juga terjadi di kecamatan Padang Hilir di dua kelurahan. Namun, dirinya tidak merinci kelurahan mana saja yang terdampak.
“Pada pukul 14. 00 WIB kita menerima ada 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Tebing Tinggi Kota, Bajenis, Padang Hulu, dan Rambutan terdampak banjir. Barusan kita juga menerima laporan bahwa kecamatan Padang Hilir, di dua kelurahan terdampak,” katanya, Senin (16/12) malam.
Dari lima kecamatan, katanya, kecamatan Tebing Tinggi Kota merupakan yang paling luas terdampak. Kecamatan ini menjadi pusat dari Kota Tebing Tinggi dengan adanya pusat perekonomian, Polres Tebing Tinggi dan DPRD Kota Tebing Tinggi.
Catatan BPBD Tebing Tinggi, di Kecamatan Tebing Tinggi Kota banjir terjadi di 6 kelurahan, 9 lingkungan, 1.448 kepala keluarga dan 7.240 jiwa. Kecamatan Padang Hulu banjir terjadi di 1 kelurahan, 6 lingkungan, 570 KK, dan 2.850 jiwa. Kecamatan Bajenis banjir terjadi di 1 kelurahan, 3 lingkungan, 245 KK dan 988 jiwa.
Sementara, di Kecamatan Rambutan, banjir terjadi di 5 kelurahan, 14 lingkungan, 87 KK dan 283 jiwa.
“Di Padang Hilir, anggota kita masih melakukan pendataan. Anggota kita juga masih melakukan pendistribusian logistik,” pungkasnya. [KM-05]














