Mahasiswa Labura Galang Dana, Minta Seluruh Anggota DPRD Tes Urine

MEDAN, KabarMedan.com | Pasca ditetapkannya lima orang anggota DPRD Labura sebagai tersangka pelaku penggunaan narkoba, sejumlah mahasiswa di Labuhanbatu Utara yang tergabung ke dalam kelompok Suara Mahasiswa Labura turun ke jalan melakukan galang dana, Sabtu (4/9/2021).

Aksi galang dana tersebut dilakukan untuk membiayai tes urine seluruh anggota DPRD Labura, terkhusus setelah tertangkapnya lima orang anggota DPRD Labura beberapa waktu lalu.

“Target kita cuma mengumpulkan dana tes urine, sekitar 5 juta mau kita kumpulkan,” ujar koodinator aksi, Khairul Hartami Hasbi.

Para mahasiswa bahkan sempat meminta pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Labura untuk melakukan tes tersebut terhadap seluruh anggota dewan pada Jum’at (3/9/2021).

Baca Juga:  Positif Gunakan Narkotika, 27 Orang Pengunjung Hiburan Malam di Sergai Diamankan

“BNN kami minta untuk melakukan tes urine seluruh anggota dewan agar kejadian serupa tidak terulang,” ungkapnya Khairul.

Namun permintaan tersebut ditolak oleh BNN dengan alasan dana yang tidak mencukupi. Khairul mengatakan selanjutnya mahahasiwa memberikan solusi untuk menggalang dana dan hal itu pun disetujui oleh pihak BNN.

Atas dasar itulah aksi galang dana dilakukan oleh Khairul dan kawan-kawan. Sebelumnya mereka juga telah melakukan dialog dengan pimpinan DPRD Kota Labura pada 23 Agustus 2021 lalu untuk meminta proses pergantian lima orang anggota dewan dipercepat.

Baca Juga:  Sehari Empat Kecelakaan Terjadi di Sergai, Tiga Luka dan Dua Patah Kaki

“Sebelumnya kita sudah telah berkomunikasi dengan DPRD Labura. Kita minta agar proses pergantian lima orang anggota yang telah ditangkap oleh Polres Asahan,” ungkapnya.

Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Ketua BNN Kabupaten Labura Suheri Situmorang. Ia menyebut permintaan yang dilayangkan oleh mahasiwa untuk melakukan tes urine juga bergantung dengan persetujuan DPRD sebagai Lembaga.

“Itu diatur dalam Inpres Nomor 2 Tahun 2020. Jadi ada aturannya, tidak bisa sembarangan. Yang melakukan tes urine memang kita, tapi itu atas permintaan lembaganya. Kalau diminta, kita tes. Tapi kalau tidak, mana mungkin sembarang ngetes-ngetes orang,” tutur Suheri. [KM-06]