MEDAN, KabarMedan.com | Aksi Demonstrasi penolakan Omnibus Law berakhir ricuh. Pelemparan batu dan tembakan gas air mata saling beradu di sekitar kantor DPRD Sumatera Utara.
Setelah berupaya membubarkan massa aksi dengan Baraccuda yang melaju, Polisi meluncurkan tembakan sehingga massa aksi bubar berlarian.
Saat ini beberapa massa aksi telah diamankan oleh Polisi dan masih melakukan pencarian terhadap massa yang diduga sebagai provokator masyarakat.
“Kami menangkap orang-orang yang kami duga sebagai orang yang melakukan provokasi kepada masyarakat,” ujar Kapolrestabes Medan, Riko di depan Kantor DPRD Kamis (8/10/2020)
Selanjutnya kata Riko, kepada massa aksi yang diamankan akan dilakukan test urin dan Covid-19.
“Selanjutnya mereka akan kami lakukan test urin dan Covid,” pungkasnya.
Sementara itu massa aksi lainnya sudah kembali ke tempat masing-masing. [KM-06]














