MEDAN, KabarMedan.com | Pengusaha muda Sandiaga Salahudin Uno menjadi pembicara utama dalam acara ‘Medan Young Entrepreneur Summit (YES) 2019’ di Pardede Hall Medan, Minggu (7/4/2019).
Acara ini merupakan kelanjutan dari ajang serupa YES 2018, yang sukses menjadi magnet bagi ribuan kaum millenial di Jakarta pada akhir tahun 2018 lalu. Mengambil tema “Arah Baru Ekonomi Indonesia” ini dihadiri sekitar 6.000 peserta.
Antusias masyarakat yang hadir menunjukkan tinggi para entrepreneur di kota Medan dan sekitarnya, untuk menyerap ilmu dan wawasan yang disampaikan para pakar entrepreneur nasional yang menjadi narasumber.
“Saya melihat antusiasme yang sangat tinggi dari acara ini. Di ajang ini teman-teman entrepreneur dapat belajar menjadi seorang entrepereneur sejati langsung dari pakarnya,” kata Sandi yang juga calon Wakil Presiden nomor urur 2 ini.
Sandi mengatakan, salah satu ikhtiar yang harus terus dimiliki seorang entrepreneur, untuk selalu belajar dari bermacam entrepreneur sukses dan mengambil hikmah dari tantangan yang mereka hadapi.
“Suksesnya entrepreneur di Indonesia tentu akan turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Kamrussamad, Founder KAHMIPreneur selaku penggagas ajang ini mengaku pihaknya sangat gembira menggelar kegiatan tersebut.
Ia mengaku, even-even ini menjadi bagian penting untuk terus memunculkan para enterpreneur baru ditengah masyarakat Indonesia.
“Kami sangat gembira dapat kembali menggelar ajang ini, dan menjadi pemicu kami untuk menggulirkan ajang YES di tahun ini di 7 kota di Indonesia, sekaligus agar virus semangat entrepreneur dapat meluas secara merata sekaligus membuka peluang terhadap penciptaan entrepreneur muda yang lebih banyak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ajang Medan YES 2019 merupakan forum kaum milenial kreatif bertemu dengan para pengusaha muda sukses dari berbagai sektor bisnis tingkat menengah keatas serta nasional.
“Ajang ‘Medan YES 2019’ merupakan sarana untuk berbagi networking (akses teknologi, pembiayaan dan pemasaran), berbagi dan berkembang. Melalui YES 2019, peserta mendapatkan akses terkini seputar market dan finance dari stakeholder yang terlibat,” jelasnya.
Dimas Seto selaku Pemilik Toko Kue Cirebon Cinnamon mengaku, merintis usaha kuliner dirinya tidak ingin kehadirannya dianggap sebagai ancaman bagi UMKM yang ada di kota Cirebon. Dimas pun membuka ruang dan merangkul pengusaha lokal untuk bisa bekerjasama.
“Kami ubah konsep dari kekinian menjadi modern. Kami tahu, banyak kerajinan tangan dan juga produk-produk lainnya yang dikelola oleh pengusaha UMKM di kota Cirebon. Kami gandeng mereka untuk bisa berkembang dan maju bersama-sama,” pungkasnya. [KM-03]














