Organisasi Mahasiswa: UU Cipta Kerja Tak Sesuai dengan Jati Diri Bangsa

Aksi Demonstrasi Organisasi Mahasiswa (Foto: KabarMedan.com)

MEDAN, KabarMedan.com | Organisasi Mahasiswa yang terdiri dari IMM, PMII, GMNI dan disusul oleh GMKI melakukan aksi damai di depan gedung DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol Medan, Jum’at (9/10/2020).

Orasi-orasi disampaikan oleh massa aksi atas kekecewaan mereka terkait keputusan DPR yang telah ketuk palu atas pengesahan Omnibus Law, Undang-undang Cipta Kerja.

Mereka juga menyesalkan pernyataan dari pemerintah yang menganggap gerakan demonstrasi hanya beralasankan provokasi hoax dan tidak melakukan pembacaan draft undang-undang.

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

“Mereka menuduh kelompok-kelompok yang menolak Omnibus Law ini termakan hoax, bahwa kita tidak membaca,” ujar orator dari GMNI Sumatera Utara.

Mahasiswa menilai bahwa Undang-undang Cipta Kerja masih tidak berpihak kepada rakyat Indonesia.

“Nyatanya Omnibus Law, Undang-undang Cipta Kerja masih sangat liberal, masih sangat kapitalistik dan tidak sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia,” teriak massa aksi.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

Peraturan tersebut dianggap mengabaikan banyak sektor dari kehidupan masyarakat Indonesia sehingga menurut gabungan organisasi mahasiswa itu haruslah menjadi sesuatu yang disuarakan

“Sektor pertanian, sektor perkebunan, sektor perikanan, sektor ketenagakerjaan, seluruh masyarakat Indonesia mari kita suarakan,” serunya. [KM-06]