PDIP Tanggapi Kasus Kadernya yang Diduga Main Serong dengan Istri Ponakan

ilustrasi perselingkuhan

MEDAN, KabarMedan.com | PDIP akhirnya buka suara terkait salah satu kadernya yang kini menjabat sebagai anggota DPRD di Batu Bara. DS diduga berselingkuh dengan LA, istri dari keponakannya sendiri.

“Kalau memang diperlukan, silakan diproses sesuai dengan ketentuan di internal DPRD,” ujar Ketua DPP PDIP Djarot Syaiful Hidayat, Kamis (2/9/2021).

Beralasankan bahwa kasus tersebut adalah persoalan pribadi, Djarot menyebut PDIP menyerahkan sepenuhnya pada pihak DPRD Batu Bara.

Sebelumnya, seorang anggota DPRD di Kabupaten Batu Bara diduga main serong dengan istri keponakannya sendiri. Hal tersebut dibuktikan dengan chat mesum keduanya.

Baca Juga:  Sehari Empat Kecelakaan Terjadi di Sergai, Tiga Luka dan Dua Patah Kaki

Hal tersebut disampaikan oleh EP, adik dari suami LA, perempuan yang disinyalir menjadi selingkuhan DS. Menurut informasi yang dihimpun, DS adalah anggota DPRD Batu Bara dari Fraksi PDIP.

Hubungan gelap keduanya awalnya diketahui suami LA melalui percakapan keduanya di sebuah aplikasi chat. Dalam bukti yang ditunjukkan EP tersebut, DS menyebut tak bisa melupakan area intim LA.

“Ada bukti perselingkuhannya itu dari WhatsApp, dari situ lah keluarga menilai selama ini mereka punya hubungan,” tutur EP, Rabu (1/9/2021).

EP menyebut peristiwa tersebut sudah diketahui keluarga besarnya. Pihak keluarga berusaha menghubungi DS, namun tidak mendapatkan respon yang baik melainkan diancam akan dilaporkan mencemarkan nama baiknya.

Baca Juga:  Positif Gunakan Narkotika, 27 Orang Pengunjung Hiburan Malam di Sergai Diamankan

“Kami kasih kesempatan dua hari untuk menyelesaikan persoalan ini tapi dia nggak ada iitikad baik, malah menantang balik mau melaporkan kami pencemaran nama baik katanya,” ujar EP.

Saat ini, kata EP, pihak keluarga tengah merundingkan rencana melaporkan DS ke Badan Kehormatan Dewan (BKD). Saat ditanya mengenai laporan yang masuk, Sekretaris Dewan DPRD Batu Bara, Agus Andika mengatakan belum ada laporan yang masuk ke BKD. [KM-06]