Pelajar di Labusel Dianiaya Teman Snediri

LABUSEL, KabarMedan.com | Seorang anak berseragam sekolah dianiaya seseorang berkaos singlet yang badannya lebih besar di sebuah areal pekuburan. Aksi tersebut terrekam oleh video amatir berdurasi 28 detik yang viral di media sosial dan ramai di group WhatsApp.

Di video tersebut terlihat, seorang anak yang masih mengenakan pakaian seragam sekolah tak berdaya dan berupaya menghindar dari penganiayaan seseorang yang berkaos singlet. Namun pukulan dan tendangan tak berhenti mengenai kepala dan badannya.

Pelaku penganiayaan tersebut juga terlihat bertubuh besar dari korban. Aksi penganiayaan dilakukan di dekat areal pekuburan. Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut dilakukan oleh siswa Sekolah MTs yang berada di Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel).

Baca Juga:  SW Polisikan Mantan Pacar Diduga Sebarkan Video Syur Tanpa Izin

Menanggapi video yang telah beredar di media sosial itu, Kantor Kementerian Agama Labuhan Batu Selatan segera menindaklanjuti masalah ini.

Kepala Kantor Kementerian Agama Labusel, M. Rosyadi Lubis mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan informasi mengenai masalah ini. Pihak sekolah juga sudah memberikan laporan awal terkait hal tersebut.

“Berdasarkan informasi dari kepala sekolah, kejadian tersebut setelah pulang dari sekolah. Kami juga telah memberitahu orang tua yang bersangkutan dan dipanggil untuk duduk bersama dengan kepala sekolah,” katanya.

Baca Juga:  Polres Sergai Amankan 58 Orang Selama Operasi Antik 2026

Rosyadi menjelaskan bahwa orang tua kedua anak telah sepakat melakukan perdamaian dengan cara kekeluargaan. Surat perjanjian perdamaian sudah ditandatangani oleh kedua orang tua pada Kamis (19/9/2019) kemarin dan telah disaksikan kepala sekolah.

Meskipun telah berdamai atas kejadian tersebut, Rosyadi menyatakan pihaknya akan menelisik kasus tersebut. Untuk mendapatkan beberapa detail informasi lainnya.

“Kita akan turun ke sekolah yang bersangkutan untuk memastikan kejadian tersebut,” katanya. [KM-05]