SERDANG BEDAGAI,KabarMedan.com | Pelaku pemukulan terhadap aktivis Anti Korupsi, Fakhrul Rozi (36), menyerahkan diri ke Polisi, Senin (08/02/2021).
MFT (42), warga Kota Galuh Kecamatan Perbaungan ini, menyerahkan diri ke Polres Serdang Bedagai diantar oleh keluarga dan Pendamping Hukumnya sekira pukul 10.00 WIB pagi.
“Keluarga dan Pengacara pelaku taat hukum sehingga mereka mengantarkan pelaku untuk menyerahkan diri”, kata Kapolres Sergai, di Mapolres Sergai, Senin (08/02/2021) sore.
Menurut Kapolres kasus ini murni urusan pribadi bukan unsur politis dan unsur lainnya seperti yang merebak belakangan ini.
“Ini murni masalah pribadi bukan, masalah OKP atau politis. Murni masalah pribadi,” ungkap AKBP Robin Simatupang.
Pelaku juga telah ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman hukuman
351 Ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana penjara 2,8 Tahun.
Sebelumnya Kapolres menjelaskan, keduanya terlibat pertengkaran di R2D Cafe Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Perbaungan.
Saat itu korban Rozi, menyenggol kaki pelaku dan terjadi pertengkaran yang mengakibatkan pemukulan oleh pelaku kepada korban.
“Tidak ada pengeroyokan, pelaku yang memukul korban, karena tersenggol kakinya, ada empat orang saksi disitu yang menyatakan demikian”, jelas Kapolres.
AKBP Robin Simatupang, juga membantah kalo institusinya tidak merespon laporan korban.
Ia menjelaskan dari awal laporan korban jam 2 dini hari di SPKT Polres, waktu piket Reskrim langsung ditanggapi, bahkan mengantar korban untuk visum ke RS. Sultan Sulaiman.
Lalu, besoknya Polres melakukan pertemuan dengan OKP untuk menjelaskan bahwa persoalan ini bukan masalah OKP yang merebak dalam video menyudutkan OKP, tapi murni masalah pribadi.
“Mulai kejadian langsung kita tanggapi, kita langsung memanggil tokoh pemuda, langsung memeriksa saksi dan mencari korban namun tidak proaktif”, kata Kapolres.
Lalu, melalui teman-temannya kita panggil kembali, dan korban datang, untuk menjalani pemeriksaan, lalu pada Sabtu 6 Februari kemarin, kita sudah cek TKP. Jadi ini tindakan yang sangat cepat sekali”, tukas Kapolres.
Oleh dasar itu untuk tetap menjaga kekondusifan di Sergai kita memberikan penjelasan terkait hal tersebut, bahwa kejadian tersebut tidak terkait masalah OKP ataupun politis. Melainkan murni masalah pribadi,” jelas Kapolres.[KM-04]














