MEDAN, KabarMedan.com | Bandara Silangit yang digadang-gadang sebagai pintu masuk bagi pariwisata kawasan Danau Toba, nyata nya belum memiliki moda transportasi bandara yang memadai untuk ukuran bandara internasional.
Padahal sejak dibukanya penerbangan langsung dari Jakarta, Kuala Lumpur dan Singapore ke Silangit, tentunya diharapkan wisatawan akan banyak berkunjung ke kawasan Danau Toba.
Jarak Bandara Silangit yang berada di Siborong-borong menuju ke Kota Parapat yang memakan waktu 2 jam misalnya, penumpang yang turun dari pesawat kalau naik taksi travel yang terkadang suka mematok harga yang mahal.
“Pemerintah akan menambah armada DAMRI untuk bandara Silangit, yang disesuaikan dengan jam operasional keberangkatan dan kedatangan pesawat. Nanti saya akan beri atensi ke Kementerian Perhubungan untuk segera merealisasikannya,” sebut Presiden Jokowi, dalam diskusi dengan Pemimpin Redaksi sejumlah media massa di Sumatera Utara, Jum’at (15/3/2019) malam.
Saat ini, DAMRI melayani Bandara Silangit dengan jam operasional terbatas untuk tujuan Silangit- Parapat dengan tarif Rp45.000, Silangit-Tarutung dengan tarif Rp 20.000, Silangit-Dolok Sanggul dengan tarif Rp 25.000, Silangit- Pangururan Samosir dengan tarif Rp45.000.
Terkait dengan mahalnya harga tiket pesawat dari Jakarta-Silangit dan sebaliknya, bahkan lebih mahal dari pada tiket Jakarta-Kualanamu juga menjadi perhatian Presiden Jokowi.
“Nanti pemerintah akan memanggil operator maskapai untuk menyediakan harga tiket pesawat yang lebih terjangkau,” pungkas Jokowi.
Dalam diskusi tersebut, Jokowi juga meminta masukan dari Pemimpin Redaksi media massa terkait berbagai hal di Sumatera Utara, mulai dari infrastruktur, ekonomi, dan berbagai isu terkini di Sumatera Utara. [KM-03]














