Polda Sumut Diminta Tangkap Bupati Labura dan Labusel

MEDAN, KabarMedan.com | Massa yang tergabung dalam Poros Indonesia Baru (PIB), menggelar unjukrasa di depan Mapolda Sumatera Utara, Jumat (19/7/2019).

Dalam aksinya, mereka meminta pihak penegak hukum tidak setengah hati dan tebang pilih dalam penyidikan indikasi tindak pidana korupsi penyelewengan Dana Bagi Hasil Pajak Bumi dan Bangunan (DBH-PBB) tahun 2013 di Kabupaten Labura senilai Rp 3 Milar.

Selain itu, indikasi tindak pidana korupsi penyelewengan Dana Bagi Hasil Pajak Bumi dan Bangunan (DBH-PBB) Tahun 2013-2015 di Kabupateb Labusel Rp1,9 Miliar.

Baca Juga:  Polres Sergai Amankan 58 Orang Selama Operasi Antik 2026

“Kita meminta agak penegak hukum segera menangkap Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) KSS dan Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) WAT, jika terbukti terlibat dalam dugaan korupsi tersebut,” kata Koordinator PIB Rizki Parlindungan Hasibuan.

Massa juga meminta agar Ditreskrimsus Poldasu agar bersikap adil, jujur, dan transparan, Serta menjunjung tinggi integritas Polri dalam melakukan penyidikan itu.

“Kita meminta Ketua Komisi III DPR agar mengawasi secara intensif dan ikut serta dalam melakukan pengusutan indikasi dugaan korupsi tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sehari Empat Kecelakaan Terjadi di Sergai, Tiga Luka dan Dua Patah Kaki

Massa juga meminta Kapoldasu agar segera menuntaskan penyidikan indikasi tindak pidana korupsi penyelewengan dana bagi hasil pajak bumi dan bangunan (DBH-PBB).

“Ini supaya tidak menjadi preseden buruk terhadap Poldasu dimata masyarakat Kabupaten Labura dan Labusel. Apalagi, kedua daerah tersebut akan mengikuti Pilkada Serentak ditahun mendatang,” jelasnya.

Perwakilan massa diterima AKBP Jhonny Siahaan perwakilan dari Humas Polda Sumut. Mereka mengaku akan menyampaikan aspirasi dari mahasiswa kepada pimpinannya. [KM-03]